pecundang saat seten sudah dibelenggu

Ketika mengeluarkan catatan tentang perzinahan, judi, dan berbagai perilaku yang mencerminkan akhlak tercela, ada tertulis komentar yang rigid. ”Gak usah dibahas lagi. Itu sudah jelas dan terang”. Yah, memang benar adanya. Tetapi mengingatkan hal baik untuk kita amalkan juga tetap bernilai baik, sama baiknya mengingatkan hakikat kebatilan supaya tidak terperosok dalam keburukannya.

Kali ini, saya masih ”terprovokasi” untuk mencatat bahwa sesungguhnya, sekian banyak orang semakin berani ”menentang ” Tuhan, tidak ragu-ragu ”menentang” Rasulullah, tidak sungkan ”menentang” syari’at dan begitu senang ”berkawan karib” dengan setan. Paling tidak ini sudut pandang saya.

Lingkungan kita memang sedang mengalami pengikisan akhlak secara masif dan terus menerus melalui berbagai media. Soal baik dan benar menjadi kabur dan tidak lagi kelihatan jelas bedanya. Halal haram menjadi sangat samar. Maka lahirlah prasangka, disangka baik nyatanya bathil, disangka halal nyatanya haram, disangkanya tuntunan nyatanya tontonan belaka. Tak jelas lagi bedanya, ini ceramah agama apa lawakan dan lucu-lucuan. Maka banyak orang kemudian mengalami kehilangan orientasi. Banyak orang muslim tidak mengambil teladan dari Rasulullah dan para sahabatnya, dari Siti Mashitoh atau dari Maryam sang perawan suci. Tetapi mengambilnya dari Abu Jahal dan Abu Lahab. Dari Qarun dan Fir’aun. Dari Madonna, Marilyn Monroe dan figur-figur yang dianggap modern.

Sekarang, dunia hiburan menjadi ujung tombak yang menumpulkan akhlakul kariimah dan menajamkan akhlaakul madzmumah. Sudah bukan lagi sebagai sesuatu yang dikhawatirkan, sebab nyatanya efek dari hiburan model begitu, sudah menjadi karakter yang hidup di tengah masyarakat ini. Sekarang cobalah sahabat cermati hasil wawancara seorang model di bawah ini :

=====

“Saat foto di sampul majalah pria dewasa itu keluar, keluarga sempat kaget sih. Mereka bertanya, ‘kenapa saya mau menerima pekerjaan itu?’ Dibilang menyesal sih nggak. Tapi sudahlah. Ambil positifnya saja. Nggak ada salahnya kan sesekali ‘menghibur’ orang dengan foto seksi. he…he…. Jangan dibuat pusing deh,” ungkap DC (sengaja saya inisialkan), saat dihubungi Minggu (29/08).

….

“Hasil pemotretannya sih bagus dan tidak mengecewakan. Di satu sisi, aku merasa puas, tapi di sisi yang lain, aku justru takut dan khawatir. Kalau saja ada orang atau pihak tertentu yang ingin memanfaatkan foto-foto seksiku itu dan meng-uploadnya ke internet,” terangnya.

….

“Daripada iseng-iseng mengubah dan merekayasa foto-foto seksiku dengan edit kanan-kiri, mendingan telepon aku aja deh. Nanti juga aku beri foto-foto koleksi pribadiku. Lebih mudah kan? he….he…Sesuatu yang indah kenapa harus ditutupin,” ungkapnya.

….

“Sejujurnya, aku paling suka jika disuruh pose dengan pakaian seksi dan agak terbuka dengan menonjolkan bagian-bagian tubuh yang menurutku seksi. Tapi foto-foto itu selama ini hanya jadi koleksi pribadi saja dan memang bukan untuk disebarkan ke publik. Apalagi di bulan puasa seperti ini,” pungkasnya. (kpl/hen/dar)

Hasil lengkap wawancara ini bisa dilihat saat kita membuka halaman web yahoo.

========

Beginilah sesungguhnya karakter yang dibentuk oleh materialisme hedonistik yang menonjolkan vulgarisme, hubbussyahwat, tabarrujal jaahiliyyah, melepaskan rasa malu dan membanting kehormatan. Bayangkanlah jika kemudian hasil wawancara itu diaminkan, diikuti dan dianggap sebagai tuntunan, bukan mustahil akan menjadi karakter dan kepribadian yang melakat bagi setiap anak bangsa ini. Sementara ajaran menundukkan pandangan, hijab penutup aurat, iffah dan sopan santun seolah dianggap dongeng dan masa lalu yang tidak lagi relevan dengan zaman ini. Masya Allah, akhlakul kariimah seolah diposisikan sebagai fosil yang sebaiknya dimusiumkan saja.

Bagi muslim yang sadar, pengakuan terus terang seperti berita di atas bukanlah cermin untuk berkaca, tetapi pengakuan orang sakit yang harus ditolong dan diobati. Jika pengakuan semacam ini keluar dari lidah orang “kafir” tidaklah terlalu mengherankan. Tetapi apabila diucapkan secara sadar oleh seorang muslimah, ini artinya bencana. Dengan tidak bermaksud memojokkan wanita, Nabi pernah berujar :

“Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada godaan wanita”. (HR. Bukhari dan Muslim)

“Tiap menjelang pagi hari dua malaikat berseru: “Celaka laki-laki dari godaan wanita dan celaka wanita dari godaan laki-laki.” (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim)

Kita patut mengasihaninya di bulan suci ini. Mengapa? Wanita ini layaknya orang yang kalah padahal musuhnya sudah tidak berdaya.

Bagaimana pendapat Anda, apabila seorang berkelahi dengan lawan yang badan, tangan dan kakinya dalam kondisi diikat. Musuh dalam kondisi terikat semacam itu, jangankan melawan, untuk menghindar dari serangan saja sulit. Secara logika, siapapun akan dapat memenangkan pertarungan itu. Tapi nyatanya lawan dengan kondisi terikat itu malah keluar sebagai pemenang. Lalu kita sebuat apa orang yang kalah itu?

Bulan Ramadhan ibarat fasilitas yang memberi peluang kepada setiap kita untuk menjadi pemenang. Setan; musuh utama yang kerap kali berhasil mengelabui manusia, saat ini sedang dibelenggu. Tapi nyatanya, meskipun sudah dibelenggu, setan masih berhasil menumbangkan banyak orang. Luar biasanya setan itu, dan betapa ”dungu”nya manusia kalah itu.

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika tiba Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta syetan-syetan dibelenggu.” (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim)

Lepas dari berbagai penafsiran atas hadits ini, secara tekstual seorang muslim berpeluang besar untuk meraih surga yang pintunya telah dibuka lebar-lebar. Selamat dari api neraka karena pintunya telah ditutup rapat-rapat. Lalu ia bisa selamat dari gangguan syetan yang dibelenggu. Begitu kira-kira pesan Rasulullah.

Namun melangkah ke surga memang seperti jalan mendaki dan terjal, susah payah berlapar-lapar dan dahaga saat puasa. Berletih-letih saat qiyam di malam hari dan kantuk. Menguras energi dan uang saat berhaji, infak, zakat dan sedekah.

Lain halnya neraka yang pintunya ditutup saat Ramadhan itu. Untuk menjadi penghuninya, orang tidak perlu menahan lapar dan dahaga saat Ramadhan. Orang tidak perlu melawan lelah dan kantuk saat qiyamullail. Orang tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk berhaji. Orang tidak perlu menaruh simpati dan perhatian kepada fuqara dan masakin dengan infaq, zakat dan sedekah. Pendek kata, dengan leha-leha, dengan senang-senang, dengan berbagai hiburan, dengan syahwat, dengan mempertontonkan aurat secara bangga dan dengan segala kesenangan duniawi, orang sudah punya tiket menemani Iblis di jahannam. Mau?

“Surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai dan neraka dikelilingi oleh syahwat”. (HR. Bukhari)

Allahu A’lam.

Ya Rabb, biarkan pintu surga terbuka untuk kami para mukminiin. Biarkan pintu neraka tertutup untuk kami para mukminiin. Biarkan para setan dibelenggu untuk kami para mukminiin. Bangunkan kami dan para mukminiin yang tertidur hingga tidak tahu bahwa surga menantinya. Halangi kami dan para mukminiin yang hendak melangkah ke neraka dengan sombong atau karena jahilnya. Jangan biarkan kami dan para mukminin menjadi pecundang di saat setan telah dibelenggu.

Dengarlah wahai Rabb semesta alam. Aamiin.

Depok, Ramadhan hari ke-20, Agustus 2010

abdul_mutaqin@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s