pantauan potter: "mengapa burung hantu mengantarkan surat?"

Suatu ketika dalam perjalanan dari Jember menuju Surabaya, saya melihat sebuah patung burung hantu besar di depan pabrik kertas Leces, Probolinggo. Patung itu langsung mengingatkan saya pada Hedwig (walaupun warnanya tidak seputih salju.) Saya heran karena, pertama, sudah tidak terhitung berapa kali saya lewat jalan yang sama tapi baru saat itu saya melihat ada patung burung hantu. Kedua, kenapa ada patung burung hantu di sana? Usut punya usut, ternyata burung hantu memang merupakan lambang/logo dari pabrik kertas itu. Masuk akal karena burung hantu dianggap sebagai simbol kebijaksanaan, kebijaksanaan dekat dengan pengetahuan, sedangkan kertas adalah bagian yang tak terpisahkan dari ilmu pengetahuan. Saya jadi ingat Glimfeather di kisah Narnia (Silver Chair). Dia adalah burung hantu yang pertama kali menjelaskan segala situasi yang membingungkan bagi Eustace dan Jill serta memberi mereka bantuan dalam mencari Pangeran Rilian. Jelas sekali peran burung hantu dalam cerita itu adalah sebagai tokoh yang bijak.

Nah, sekarang tentang burung hantu. Ternyata tidak semua masyarakat menganggap burung hantu sebagai simbol kebijaksanaan atau pengetahuan. Di beberapa daerah di Indonesia misalnya, burung hantu dianggap sebagai penanda kematian (karena itu namanya burung ‘hantu’.) Di India dan Roma burung hantu juga merupakan pertanda kematian. Di Roma, burung hantu yang hinggap di sekitar rumah melambangkan kematian. Kematian Julius Caesar, Augustus, Commodus Aurelius, dan Agrippa konon merupakan kematian yang diawali hinggapnya burung hantu. Tapi secara pribadi saya sudah tidak percaya lagi mitos ini. Suatu hari pernah ada seekor burung hantu yang mendiami lantai dua rumah saya yang kebetulan masih mangkrak (bangunannya belum selesai dan belum digunakan). Burung itu berburu saat malam dan tidur di rumah saat siang. Sampai suatu hari dia diusir oleh tukang setrika di rumah saya barulah burung itu tidak datang lagi. Alhamdulillah, tidak ada yang meninggal di rumah saya.

Kebalikan dari mitos itu, di Yunani justru burung hantu yang terbang di atas barisan pasukan dianggap pelindung serdadu sekaligus pertanda kemenangan. Sedangkan di Inggris burung hantu dianggap membawa keberuntungan. Lalu kenapa di dunia Harry Potter burung hantu mengantar surat? Burung hantu yang merupakan kelompok burung ordo Strigiformes ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Burung hantu adalah pemburu yang berbahaya, cakar dan kakinya kuat, paruhnya tajam, mampu terbang tanpa suara dan bisa memperkirakan posisi mangsa dengan tepat. Sepertinya ‘image’ sebagai burung pos yang terbang ratusan kilometer hanya untuk mengantar surat kurang tepat disematkan pada burung segagah itu.

Satu-satunya jawaban adalah, adanya burung hantu pengantar surat sepenuhnya mengada-ada. Pertama, burung hantu aktif di malam hari (kecuali beberapa jenis termasuk burung hantu sejenis Hedwig.) Kedua, burung yang mengantar surat adalah merpati bukan burung hantu. Meski begitu tidak berarti JK Rowling salah. Burung hantu di dunia Harry adalah salah satu hewan gaib/ajaib yang berarti tidak sama seperti burung hantu biasa. Lagi pula kalau burung pengantar suratnya adalah merpati, apa bedanya dengan Muggle, iya kan?

Hedva. (Referensi: Wikipedia)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s