Perguruan tinggi idaman?

Apa yang terbayang dibenak kita saat mendengar kata “perguruan tinggi idaman”? Pasti yang terngiang adalah : Gedung perkuliahannya mentereng, dosen-dosen berdasi jebolan perguruan tinggi terkenal, atau lulusan-lulusannya banyak diminati perusahaan-perusahaan besar. Ya, pasti itulah yang terbayang oleh mayoritas kita tentang perguruan tinggi idaman.

Tapi, Menurut saya kata “Idaman” pada “Perguruan tinggi Idaman” ini memiliki arti yang relatif atau dengan kata lain dapat menimbulkan perbedaan persepsi dikalangan masyarakat. Mungkin menurut masyarakat kalangan menengah kebawah, perguruan tinggi idaman adalah yang biaya praktek dan semesterannya terjangkau. Berbeda dengan masyarakat kalangan atas, yang mereka cari adalah perguruan tinggi berkualitas internasional dengan dosen-dosen yang tentunya berkualitas pula, tak peduli walaupun harus kuliah dengan harga selangit. Mungkin inilah alasan mengapa banyak orang kaya yang menyekolahkan anaknya ke luar negeri.

Sebenarnya ada satu persepsi yang sama atau general antara masyarakat menengah ke bawah dan masyarakat kalangan atas tentang perguruan tinggi terbaik. Setiap orang tua (entah itu kaya atau miskin) pasti memiliki harapan yang besar yang harus dipikul anaknya saat mendaftarkan mereka ke perguruan tinggi. Semua orang tua pasti menginginkan anaknya sukses dikemudian hari dengan ilmu yang mereka dapatkan dibangku kuliah. Ya! itulah inti dari perguruan tinggi idaman : Mencetak Lulusan-lulusan yang kompeten pada bidangnya dan mampu bersaing di dunia kerja.

Coba tanyakan pada para mahasiswa itu, Apa tujuan mereka kuliah?. Jawaban yang bervariasi tentu akan anda dapatkan. Kalau ada yang menjawab: “Yaah, kalau saya kuliah untuk menambah ilmu dan wawasan saja”. Kalau itu jawaban yang anda dapat, itu adalah jawaban dari mahasiswa yang putus asa. Jawaban tepat yang seharusnya anda peroleh adalah : “Saya kuliah disini untuk menimba ilmu yang sesuai dengan minat saya, untuk saya amalkan di dunia kerja di kemudian hari nanti”. Sungguh jawaban yang mantap yang keluar dari mulut seorang mahasiswa. Karena tidak bisa dipungkiri, kita kuliah ini bukan hanya untuk menyerap ilmu dari para dosen saja, tapi kita juga belajar bagaimana mengaplikasikan ilmu yang kita dapat itu agar mampu menunjang kehidupan di masa sekarang atau masa yang akan datang.

Sebenarnya gedung-gedung perkuliahan mewah, dosen-dosen berkualitas, fasilitas lengkap dalam sebuah kampus hanyalah sebuah Alat atau fasilitator saja. Tidak lebih. (mohon maaf buat para dosen karena saya menyebut anda “Alat”). Yang menjadi subjek utamanya adalah Mahasiswa itu sendiri. Bagaimana mereka mampu memanfaatkan dan mengambil ilmu dari “Alat-alat” tersebut sehingga menjadi sebuah batu loncatan untuk menggapai cita-cita. Bisa dipastikan, perguruan tinggi favorit indonesia bukanlah perguruan tinggi yang hanya mampu mencekoki mahasiswanya dengan fasilitas-fasilitas mewah, tapi perguruan tinggi idaman adalah perguruan tinggi yang mampu memotivasi mahasiswanya agar mau terus berusaha dan belajar keras walau dengan fasilitas yang seadanya sekalipun. Apalagi kalau kemauan dan usaha keras dari mahasiswa itu ditunjang oleh fasilitas pembelajaran yang oke dari kampus. Dan inilah yang sedang sedang dilakukan oleh Universitas Islam Indonesia. Berusaha memfasilitasi dan memotivasi mahasiswanya dengan sepenuh hati.

Untuk membangun perguruan tinggi terbaik, sudah tidak dapat dipungkiri lagi kalau dosen memegang peranan penting. Seorang dosen yang baik adalah yang tak hanya mampu memberikan materi (maksud saya materi pelajaran) saja lalu pergi meninggalkan kelas, tapi dosen favorit adalah dosen yang mampu memberikan motivasi kepada mahasiswanya, sehingga para mahasiswa itu seperti merasa “ditampar”, lalu berpikir kalau ternyata hidup itu tak mudah. Kalau hidup itu butuh perjuangan. Kalau hidup itu ‘tak seempuk agar-agar’.

Insya Allah, dengan ini, dapat menjadikan mahasiswa-mahasiswa yang tahan banting dan bisa bersaing didunia kerja, nantinya.

source : http://www.tupaitambun.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s