ICT & Pendidikan

Children and young people are growing up in a multimedia environment where information and communication technology (ICT) is everywhere.

Anak-anak dan orang muda yang tumbuh dewasa dalam lingkungan multimedia di mana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di mana-mana. Young people often even lead the way in embracing all kinds of technology. Kaum muda sering bahkan memimpin dalam merangkul semua jenis teknologi. Nonetheless, the interaction with ICT is often achieved on an intuitive and sometimes irrational basis. Meskipun demikian, interaksi dengan ICT ini sering dicapai secara intuitif dan kadang-kadang tidak rasional. Interacting with modern technology in a discerning and efficient yet responsible and safe way requires a new set of basic competences. Berinteraksi dengan teknologi modern dalam cara yang cerdas dan efisien namun bertanggung jawab dan aman memerlukan set baru kompetensi dasar. In the light of their core task, educational establishments obviously provide outstanding opportunities for ensuring all parties (children, young people and adults) may boast these competences. Dalam cahaya tugas inti mereka, lembaga pendidikan jelas memberikan kesempatan yang luar biasa untuk memastikan semua pihak (anak-anak, orang muda dan orang dewasa) dapat bermegah kompetensi tersebut.

Technical progress has further more given rise to tremendous social changes and very different ways of living over the last decade. Kemajuan teknis telah lebih jauh lebih menimbulkan perubahan sosial yang luar biasa dan cara yang sangat berbeda hidup selama dekade terakhir. This process has been speeded up by the advent of the Internet. Proses ini telah dipercepat oleh munculnya Internet. The pace of change has clearly accelerated in the case of networkbased services and applications. Laju perubahan telah jelas dipercepat dalam hal layanan berbasis jaringan dan aplikasi. The huge upsurge in mobile communications, the wide variety of digital media, the extensive digitalization of data and – accordingly – the unprecedented availability and accessibility of information are just a sample of the implications. Kebangkitan besar dalam komunikasi seluler, berbagai media digital, luas digitalisasi data dan – sesuai – ketersediaan belum pernah terjadi sebelumnya dan aksesibilitas informasi hanya sebuah contoh dari implikasi.

Nordic research has among other things established that ICT is mostly used in education in the following contexts: Nordic penelitian ini antara lain menetapkan bahwa ICT pada umumnya digunakan pada pendidikan dalam konteks berikut:

1. ICT as object , which refers to learning about ICT. ICT sebagai objek, yang mengacu pada belajar tentang ICT. Mostly organised in a specific course. Kebanyakan terorganisir dalam kursus tertentu. What is being learned depends on the type of education and the students’ level. Apa yang sedang dipelajari tergantung pada jenis dan tingkat pendidikan siswa. Education prepares students for the use of ICT in education, future occupation and social life. Pendidikan mempersiapkan siswa untuk penggunaan ICT dalam pendidikan, pekerjaan masa depan dan kehidupan sosial.
2. ICT as an ‘assisting tool’ . ICT sebagai ‘suatu membantu’ alat. ICT is used as a tool, for example while making assignments, collecting data and documentation, communicating and conducting research. ICT digunakan sebagai alat, misalnya ketika membuat tugas, pengumpulan data dan dokumentasi, berkomunikasi dan melakukan penelitian. Typically, ICT is used independently from the subject matter. Biasanya, ICT digunakan secara independen dari materi pelajaran.
3. ICT as a medium for teaching and learning . TIK sebagai media untuk mengajar dan belajar. This refers to ICT as a tool for teaching and learning itself, the medium through which teachers can teach and learners can learn. Ini mengacu pada TIK sebagai alat untuk mengajar dan belajar sendiri, media di mana guru dapat mengajar dan peserta didik dapat belajar. It appears in many different forms, such as drill and practice exercises, in simulations and educational networks. Ini muncul dalam berbagai bentuk, seperti latihan drill dan praktek, dalam simulasi dan jaringan pendidikan.
4. ICT as a tool for organisation and management in schools. ICT sebagai alat untuk organisasi dan manajemen di sekolah.

Aims: The aim of this network is to bring together researchers from the Nordic countries who address a broad scope of questions concerning the use of ICT in education. Tujuan: Tujuan dari jaringan ini adalah untuk mempertemukan para peneliti dari negara-negara Nordik yang alamat lingkup yang luas pertanyaan tentang penggunaan ICT dalam pendidikan. Also the network aims to stimulate the dialogue between Nordic researchers who work in the area of ICT and education. Juga jaringan bertujuan untuk merangsang dialog antara peneliti Nordic yang bekerja di bidang ICT dan pendidikan. The goal is furthermore to invite researchers to establish research cooperation at a Nordic Level. Tujuannya adalah lebih lanjut untuk mengundang peneliti untuk menjalin kerjasama penelitian di Tingkat Nordic. Also the network has the intention of contributing to the development of research activities on ICT and education in the Nordic countries in order to intoduce Nordic research on the topic at an international level by being a central place for discussing theoretical and methodological issues. Juga jaringan memiliki niat memberikan kontribusi bagi pengembangan kegiatan penelitian tentang ICT dan pendidikan di negara-negara Nordic untuk intoduce penelitian Nordic pada topik di tingkat internasional dengan menjadi tempat pusat untuk membahas isu-isu teoritis dan metodologis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s