duo baleh ipa ciek 4th generation

ini tulisan dari teman SMA saya. gina dwi rahmayanti. tulisan tentang kenangan masa-masa SMA yang “indah” :))

Assalammualakum Warahmatullahitaala Wabarokatuh
Hingga masih bisa kuraih kalian, sosok yang mengairi di cawan hidupku, bilakah kita menangis bersama, bagai melawan terpaan, semangat mu itu…
Jingga……………

(kalo kepanjangan di kopas aja ke word, biar bacanya bisa bertahap tahap, baca full ya teman – teman, baca pake hati yang terdalam, ditemani lagu  Kisah Klasik Untuk Masa Depan atau pun Iwa Peyek juga nggak apa – apa)
Teringat dengan mereka yang datang pagi – pagi demi mencari bangku yang pas, karena nanti akan ada ulangan fisika, maka bencanalah bagi mereka yang telat di hari itu, contreng  Indah Dara Kusuma.  Aku sendiri sudah menyiapkannya dari jauh – jauh jam (bukan hari) supaya bisa datang lebih awal

Eittsss tapi tunggu dulu, percuma aja datang pagi – pagi kalo toh akhirnya masuk kelas kebut – kebutan kaya mak – mak lagi berburu sembako murah. Karena keputusan tetap ada di tangan sang juru kunci sekaligus amak kita Muftiah Yasi Dwi Wahyuni, so walopun lo mengclaim lo orang yang pertama menginjakkan kaki di sekolah, tetep aja kelas nya nggak bisa dibuka kalo nggak ada sang amak.
fisika oh fisika, semua pada belajar mata pelajaran yang satu ini demi mendapatkan nilai yang diinginkan saat ujian nasional, kuras…   seluruh penghuni lokal sibuk dengan melirik jawaban teman yang berjasa dihari itu, atau teman tanpa tanda jasa itu juga sibuk kenapa jawabannya bisa berbeda dengan teman yang lain, atau malah ada yang salah buat pr, lirik Romel Hidayat. Tetapi aku malah tenang – tenang saja, semenjak ada yang bikinin pr fisika, hidupku terasa lebih bahagia, berasa lebih muda, flek – flek hitam di wajah pun hilang seketika…#eaeaea

di suatu selasa yang panas… setelah berhasil ngutak ngatik winamp pak deni di labor tik gini enaknya memuaskan lambung dan tenggorokan dulu guys, mari kita mencicipi pempek bu masitah dan meneguk pulpy orange yang nikmat itu, soal nanti guru mata pelajaran ________ (bisa ditulis disini) lumutan nungguin kita, itu masalah gampang bagi Aulia Rahman, tapi buat GUEEEHH telat di pelajaran itu bagaikan keselek biji durian bangkok dicampur sama pempek yang tadi. Soalnya gueeeh belom bikin pr sm sekali!!!

Okay,  ulangan bahasa jerman. Kunci jawaban tentu saja sudah di tangan sebelum ujian dimulai, tanya kenapa??? Ahahahah kalo pelajaran ini anak – anak udah emang biasa ngaco, ada yang ngegosip, bahkan ada yang belajar matematika dari buku sukses UN Matematika yang baru di belinya, cubit Nadia Melinda yang lagi krasak krusuk ngerjain soal matematika, sedangkan kegiatan yang biasa dilakukan oleh Viranty Pradani dan Popy Sandra adalah… ngumpetin asoy yang berisi bala – bala (bhs sunda = gorengan) yang baru saja mereka beli.
Di senin pagi menjelang siang, matahari masih begitu galau untuk menyatakan waktu sudah menjelang siang, seiring dengan kemalasan kita untuk jajan di kantin (da nal/ induak / bu masitah / ni yun? ) *coret yang tidak perlu. Aakhirnyaaa kita memilih untuk mengintai sosok dari kelas seberang, yakni TAHU goreng!!!! Biasanya yang paling menang dalam hal merebut tahu adalah Agariadne Dwinggo Samala, sedangkan @Almas Septiadi hanya termenung melihat silaunya matahari, tanpa membawa sesuap nasi pun… tapi Roni Fitarsa yang mendapat peringkat ke-2  dalam perebutan tahu, segera memberikan dengan tidak cuma – cuma tahu tersebut kepada yang bersangkutan. Dan mereka pun kenyang dengan hati senaaangg

Satu yang bikin nyebelin nih guys, bisa – bisanya seng ruangan wakil yang bersebelahan dengan lokal kita silaunya minta amplop tingkat pos Indonesia, dan @Fery Sandria tidak bosan – bosannya bilang ‘TUTUIIIKKK’ bagi siapa saja yang tega membuka lebar – lebar pintu kelas itu.
Masih di jam istirahat, group pembawa bekal : Gina Dwi Rahmayanti, Dewi Noviarti Tanjung, Lia Maharani, Fakhmol Risepdo,Risa Wahyuni EDT yang nggak mau dipanggil Risa, dan sederet artis papan atas ibu kota lainnya siap untuk menyantap makanan yang telah disiapkan oleh mama kita, hahaha… terlihat Niky Rusady yang kasian makanannya dicolek colek sama anak – anak yang lain. Dan aku, berbagi nugget dengan Yudi April Nando yang cepat – cepat menghabiskan makanannya lalu duduk di sebelah Rifka Septriani sembari menggodanya… semuanya telah selesai melahap dan kenyang, tetapi Laila Ramadhani  belum juga menghabiskan suapannya, usuk punya usuk ternyata doi sedang sakit sariawan tahunan, aduh aduh…

Kembali lagi di hari jumat saat pelajaran bahasa Jerman, tiba – tiba sang frau tidak datang di hari itu, dan itu adalah hari yang tepat untuk bernyanyi diiringi petikan gitar Restu Ikhsanul Fikri, menyanyikan lagu Demi Cinta-nya Krispatih yang di aransemen hancur dan ditambah – tambah dengan hadirnya repper dadakan, Winggo. Semuanya pun bernyanyi bahkan saat itu Neneng Mutiara Sari yang mencatat rumus – rumus di tangannya pun ikut nge fly dengan kita (nge fly? 4L4y beudd bahasanye).

How about Bahasa Indonesia? Waww ini pelajaran favorit sekali, pas banget nih pelajaran buat ketawa – ketawa, saling galak manggalak an, lempar – lemparan, sikut – sikutan, sambil bawa ladiang, pangkuah, sakin, pituluik, pinggan, perabotan rumah tangga untuk dijadikan bahan ketawaaan kita, siapa aja boleh menjadi korban disini.. di pojok sana Riki Febriano sibuk maota (curcol) dengan pasangan duet srikandinya Romel, di belakangnya @Hafied Yusra ikutan sibuk mendengarkan apa yang dibicarakn dua sejoli saat itu.
Temen – temen pasti inget waktu pak nazwir bilang 3 menit, lewat dari itu buku latihan nggak diterima lagi, dan Adilla Sari tetep keukeuh memaksa meletakkan bukunya di atas tumpukan buku di meja guru, dan saat itu sempat terjadi perdebatan sengit antara mereka berdua ? (yang  cerita perdebatan sengit ini gue ngarang hihi)

Nomonging soal perdebatan, KWN, Sejarah, ataupun bahasa Indonesia(?)  adalah tempat yang tepat untuk menyampaikan aspirasi. Figur seorang Elsa Apwirnarni dan putaran jari jemari tornadonya akan sering muncul dalam segmen ini, dan partai oposisi dengan ketuanya yang tetep berdiri pada pendapat yang berlawanan juga ikut muncul, dialah Rifka alias kapot yang selalu kontra dalam setiap keadaan.
Berbicara tentang kelas, kondisi kelas emang nggak pernah seimbang guys, seimbang itu kalo Ranty berada di pojok kanan, Popy di pojok kiri, Aulia di sudut kanan, dan Riki di sudut kiri, dan aku berada di tengah depan serta Chadet (baca : Risa) yang mempertahankan posisinya di tengah belakang.
Pernah juga nih disuatu hari kondisi kelas lagi nggak seimbang banget, Ikrim Maizana lagi tempo (bhs Indonesia tempo = tempa), ketika ditanya bu wahid akan keberadaan Ikrim kepada Laila, dia mengatakan kalo “si ikrim e tempo buk, matoe gambuang kecek e buk”. Sontak seisi kelas semuanya pada ngakak… gila aja mato gambuang emang ikan kembung apa.

Kondisi yang mengharukan juga pernah terjadi ketika kita harus melepas teman kita yang lebih dahulu mengenyam bangku kuliahan di politeknik Chaltex Pekanbaru, dialah Atriosa Wisna, yang kala itu telah berstatus mahasiswi dan sempat 3 hari meninggalkan kelas beberapa hari sebelum UN. Dan dialah mahasiswa pertama di kelas ini (ujung – ujungnya nggak jadi di Chlatex, tapi tetep di Pekanbaru juga)… hahahaha
Nuraisyiah Darman Eli sekarang udah bawa motor sendiri, sering banget boncengin Cayo Islami Musmar El – Akhir raun – raun sore, dan Aku, serta pasukan Rawang tetap memercayakan ojek sebagai jasa perjalanan yang aman dan terjangkau. Suka duka naik ojek sih sering banget dimintain 2 ribu padahal deket banget tuh, atau terkadang tidak sedikit bapak ojek yang menggunakan Teori Hujan, jika hujan maka aspal mengalami perpanjangan, dan sudilah anda kiranya membayar 2rb…

Bagaimana dengan teman – teman yang naik angkot nareh, sunggiang, puah kamba, puang dalam, angkot padang sago yang sampe saat ini aku nggak bisa mbedain warna angkotnya sama angkot sungai sarik?
Temen temen yang dirindukan, baik yang ada di Pariaman (lagi weekend), di Padang (mahasiswa rajin bikin tugas/ nggak ada ongkos pulang/ pengen weekend an di basko/ bimbel sampai jam segini malam, dll ________), temen – temen yang diseputaran JABODETABEK (yang tidak bisa disebutkan satu persatu, padahal cuma tigo ughang), yang di utara sana (inang Ainiez Senze), maupun di Kab. Bandung ini (Wisma Annisa 2 dan Wisma Alfa) , dan di Kota Bandung (anak gaul dago, lebih baik pulang pagi daripada pulang malam, tengah malam banyak genk motor), atopun saudara kita yang berada di daerah melayu sana, Pekanbaru lancang kuning berlayar malam yang  mungkin lagi nongkrong di mall SKA (Aulia Rahman! Pulang! Aghi lah malam!!!) haha….  Terkadang sejenak mengenang segelintir masa SMA itu sungguh membuat senyum ini sontak terulas manis, dengan segenap gerlingan air mata yang tertahan, diiringi dengan pikiran yang memutar kenangan.

Aku disini hanya coba – coba mengingatkan apa yang mungkin sudah terlupakan atau pun yang masih membekas hingga saat ini dan nanti, mengenai kita, kelas kita yang berada di lantai dua dengan seng ruang wakil kepsek yang menyilaukan,  musik senam anak TK yang menganggu konsentrasi belajar, lagu Muhammadku yang diputarkan setiap jumatnya yang menyejukkan hati, lemari tempat Romel disembunyikan, komputer tempat nonton Suster Keramas, meja dan kursi yang putih dan bisa dicoret sesuka anda, nasihat bu ayang yang selalu menginginkan kita semua menjadi dokter, cerita Rita, suaminya : Ajo Manih, adik iparnya : Reni, Rita yang baik hati memberikan uang kepada adik iparnya, bahasa baru (centong, endes, tinta api – api, nank, panasonik, dll) dan sejuta kisah lain disetiap lembaran hari bersama kalian.
Ingin sekali mengulang kisah ketika Atika Yusondari membuat komik kita dan guru – guru di papan tulis, (that was so mad…)

Maaf tulisan ini kubuat begitu panjang, tapi tidak berarti apa – apa dibanding dengan panjangnya rol film yang telah kita habiskan dalam skenario SMA kita…
Untuk teman – teman di universitas, institusi, dan sekolah yang berbeda saat ini, ayo semangat untuk gapai apa yang kita inginkan, bahkan lebih jauh lagi semangatnya daripada persiapan UN yang kita lakukan dulu, keh keh keh…
Untuk teman – teman yang sekarang kuliah di bidang sosial, jangan terkejut karena kita tidak menemukan stoikiometri, gaya newton, ataupun amoeba dan protozoa, apa lagi matriks dan vektor…  Nikmatilah hari tanpa itu walaupun mungkin ada kerinduan akan hal itu, wajar saja…
Dan bagi yang masih berkutat di matematika dan ilmu alam, pergunakanlah ilmu yang telah teman – teman kecap dulu…
Jangan jadi mahiswa galau teman – teman, kita nggak akan belajar Pengantar Ilmu Galau, ataupun Pengantar Teori Labil…
Besok UN hari pertama, tetapi malam ini belum ada satupun kunci jawaban yang diterima… (kunci palasu)
Tulisan ini dibuat ketika Viky Hermana Pratama masih berkutat latihan silek di kampusnya, untuk perform USBM (Unit Seni Budaya Minangkabau) pada 21 April 2012 di institusinya, IT Telkom, untuk tiket presale = 17rb, on the spot = 25 rb @GSG IT Telkom (ujung ujungnya promosi)
Wassalammualaikum, Gina Dwi Rahmayanti

thanks gina. carito yang lasuah. takan-kana jadinyooo..haha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s