shout and get mad!

i’d like to write anything in my blog!!
everything.
just write what i want.
just write what i feel
just write what i hate
just write what i like
just write what makes me sad
just write what makes me galau :3
just write what i did yesterday and today
just write what i can’t talk

so with this write i can write with flow
and then i’ll feel good. comfort and i can sleep well

i feel strange :/

i don’t know what happened in this era today.
today, i went to Hijab Fest 2012 in Sabuga, Bandung. Do you know, i shocked!!
i went there because i want to buy some clothes or veil. everything about Hijab. But, what do they wearing???
yes, they wear veil, kerudung, jilbab, etc with t-shirt, jeans and something like that.
they were so prominently. so stylish.. yes
the important thing that they still remember for hijab. and i hope they could be more close their genitals with syar’i rules ..

#no comment

For My Comrade #2 : Aulia Rahman

okay, sesuai judulnya, dia bernama Aulia Rahman. Entah kenapa namanya sangat pasaran  terkenal sekali. Banyak teman-teman saya yang bernama persis seperti dia.. haha… maaf sama yang bernama sama, saya tidak bermaksud jelek kok. wkwkwk…

Agar tidak ada kesalah pahaman, mari kita kasih inisial si Aulia Rahman ini dengan inisial ‘badu’. hahaha…
badu adalah seorang anak yang berbakti kepada ibu dan bapak, sampai-sampai rela untuk berjualan di sekitar lampu merah demi membantu bapak dan ibunya yang bekerja sebagai pemulung untuk menutupi biaya makan setiap hari.
*nah lho, kok jadi cerpen???

Kembali ke topik (saya bundar)
si Badu adalah teman SMA saya, dia sekelas dengan saya bersama teman-teman yang lain (kayaknya saya perlu membuat profil mereka masing-masing) di kelas 11 IA 1.
Orang-orang menyebutnya kelas R-SBI. Tapi sebenarnya tidak, bagi kami semua kelas itu sama. Hanya orang-orang saja yang salah memahami
*that’s my opinion

sosok si badu ini dengan cepat menjadi artis dan bintang terkenal di kelas 11 IA 1. dia menjadi penguasa yang apabila ada keputusan, maka suaranya menjadi penentu hasil keputusan. Seperti kedudukan AS dalam PBB yang memiliki hak veto. Dialah “angkangnya” dari kelas ini.
Baru memasuki tahun ajaran baru, dia telah menyedot perhatian banyak orang dengan mulutnya yang cerewet , sok tahu (dalam artian positif) , bijak, mati kamantiak an, muluik amak-amak dan sejenisnya.

Dia tidak hanya menjadi pembesar, tapi memang badannya yang besar. :p
Setiap ada diskusi, dia selalu mengeluarkan pendapatnya dengan cepat, tepat, singkat, opini dan pendapat yang jelas serta dasar dari pendapat tersebut. Dia selalu memiliki lawan diskusi seperti Rifka Septriani dan Fery Sandria pada kelas 12.

Si Badu ini selain menjadi “petarung” di setiapp diskusi alot di kelas IA 1, juga bisa menadi seorang konsultan. Di saat masa-masa SNMPTN, hampir seluruh isi kelas meminta pendapatnya tentang jurusan dan universitas yang sebaiknya dipilih sesuai kepribadian masing-masing. and, he did it!

Jawabannya emang bikin puas, dijawab dengan detail . dimulai dari sosok teman yang akan dikonsultasikan sampai pilihan jurusan apa serta prospek kerjanya. *harusnya ni anak kerja di kantor konsultan

cukup sudah hal-hal positif dari si Badu ini. Di banding positifnya, labih banyak negatifnya deh… hehe

sampe sekarang saya juga bingung gimana saya bisa temenan sama orang yang nyablak bin ngeselin ini dengan saya yang orang nya kalem,pemalu, dan cerdas ini. :p

Barusan abis maghrib, saya ditelpon sama si Badu ini. tumben aja nelpon. selama ini gak pernah. secara dia juga orang tersibuk dan maharatu di PKU. 😀

ini sedikit a random gab di telpon. saya persingkat saja 🙂
me : hallo?
AR (siBadu) : hallo im, im ikuik snmptn ndak?
me: dak tau doh.. aul baa? ikuik ndak?
AR: iyo, gua lah daftar, lah dapek pinnyo.
oih baa kaba kawan-kawan yang lain? lai masih kontak2?
me : dak tau doh, tapi masih kontakan dan ado beberapa yang dak do kaba

aslinya sih gak kayak gitu pembicaraannya. malah gila dan heboh beneran sumpah.
Dan setiap ngobrol si Badu ini pasti selalu nyisipin obrola seputar si **** temen dekatnya di OSN ==” kayaknya dia kangen berat sama si ****. Semoga kalian segera dipertemukan teman.. haha…

Saya jadi tidak selera makan kalo udah ngomongin si **** sama si Badu ini. tiba-tiba saja speechless.
..

oya lupa, dia juga partner saya waktu OSN astronomi di Padang. see,  he’s not too bad. (i admit it *terpaksa)

Untuk penutup, mari kita do’akan semoga si Badu alis Aulia Rahman ini lulus snmptn tahun ini di univ Udayana , sehingga saya jadi punya tempat tebengan dan jadi sering ke balinya karena ditraktir si Badu ini. hahaha..
amiiin….

and please, Don’t you ever talk about si ****!!!!!

Aus Lebern

Ich weiß nicht, was zu tun ist. gestern habe ich unterschrieben, eine Organisation in Bandung. wie zum Beispiel Austauschstudenten. aber dies ist nicht ein Schüleraustausch. mehr zu sprechen globale Themen an. und mein Freund nahm mich Wochen, um Rina kommen. Ich habe noch nie teilgenommen, aber nicht qualifizieren. Das macht mich sehr pessimistisch. Ich weiß nicht. Ich bin pessimistisch Person. das macht mich nicht der Geist. weil mein Englisch ist nicht sehr glatt. so habe meine deutsche Sprache. ich bin beunruhigt Ich wünschte nur, die Ankunft von Ideen, um den Artikel zu machen und kommen Sie ins Rennen. betet für die beste für mich 🙂 Danke

Denda Tinggi menjadikan Demonstrasi yang Tertib

Selama ini pemberitaan di media sering mengungkapkan tentang demonstrasi anarkis yang dilakukan oleh masyarakat kita. Mungkin memang wujud kekecewaan akan kinerja pemerintah atau pun disinyalir ada provokator di balik demonstrasi tersebut.
Saya pikir, tidak adakah cara lain yang lebih intelektual daripada melakukan demo yang anarkis ini? Secara pelaku demonstrasi kebanyakan adalah kaum pelajar. Ditambah aksi-aksi tersebut sering meresahkan orang lain.
Menurut hemat saya, aksi demonstrasi  ini adalah opsi paling belakang setelah melakukan diskusi dengan pihak terkait.Ya, memang terbukti bahwa melakukan demonstrasi lebih didengar suaranya. Apalagi kalau melakukan aksi-aksi ‘ekstrem’ .
Lalu apa sih yang bisa dilakukan agar demonstrasi yang ekstrem dapat dikurangi atau bahkan ditiadakan?


Saya mendapat jawabannya setelah membaca berita di VOA News tanggal 6 juni 2012 yang judulnya ” Parlemen Rusia Setujui Denda Tinggi bagi Demonstrasi Liar “.

Pemerintah Rusia  menyetujui RUU yang akan mendenda sangat tinggi orang-orang yang ikut dalam demonstrasi tanpa izin. Denda nya pun gak main-main, dari 30 dolar menjadi sekitar 9000 dolar. Tinggi banget dendanya.. -____-“
sumber : Google
Kalau dikonversi kerupiah kira-kira dari Rp 300.000 menjadi Rp 90.000.000..*itu duit semuaaa?? :O
Nah, bagi yang tidak sanggup buat bayar, ada opsi lain. Bukan masuk penjara dan sejenisnya. Tapi para pelaku, eh demonstran yang ‘menyeleweng’ tersebut bisa mengganti dendanya dengan melakukan pekerjaan sosial sampai 200 jam dan membuat perubahan-perubahan lain untuk menghambat demonstrasi tanpa izin. 

Memang terlihat kalau untuk di Rusia UU ini seperti ‘ada udang dibalik batu’, karena akan meningkatkan ketegangan dalam masyarakat Rusia dan menyulitkan aksi-aksi demonstrasi

 Tapi secara garis besar, kita ambil hal positif dari pemberitaan ini dalam penerapannya bagi Indonesia. Berbeda dengan demonstrasi tanpa izin, kita kebanyakan aksi-aksi yang anarkis. Saya pikir tidak masalah kalau denda tinggi dapat diterapkan. Ditambah opsi lain yaitu pekerjaan sosial sampai 200 jam  atau melakukan aksi-aksi nyata untuk perubahan yang lebih baik, why not?

sumber : Google





Bukan berarti menghilangkan hak akan kebebasan berpendapat. Tetapi kebebasan tersebut tidak diartikan bebas dalam arti luas. Tapi bebas dengan mengingat batas-batasnya. Jadi, denda tinggi untuk menjadikan demonstrasi yang tertib, is not a bad thing.

Jangan mikirin layout atau followers deh…

Kali ini saya mau ngebahas soal perilaku saya dulu sebenarnya saat baru punya blog sampai 2 tahun saya telah memiliki blog.
apalagi yang punya blogspot biasanya tuh fokusnya sama tampilan blognya. karena ngeliat blog-blog sahabat yang asik dan enak dipandang mata. maka yang jadi utama dalam blog adalah layout.
karena fokusnya sama layout, maka jadi jarang nulis. tiap minggu ganti template atau layout yang lebih catchy biar banyak yang berkunjung. walaupun emang, tampilan itu pertama tapi bukan yang utama *mengutip kata pak salim a. fillah dalam buku “Saksikan aku seorang muslim”*

trus soal followers, atau lebih tepat disebut pengunjung. yang mengunjungi blog alias tukang komen-komen. sebagai seorang blogger atau penulis ya pengenlah kalau ada yang komen tentang blognya. baik komen dalam posting-an atau dalam chatbox. *menurut saya chatbox lebih banyak yang nyampah. makanya saya menghapus widget satu ini*

semuanya dulu itu yang saya inginkan sebagai pemilik blog. bahkan saya sudah berkali-kali menukar url blog serta judul headline-nya. dikarenakan saking labilnya dan merasa gak cocok aja. apalagi saya juga bukan seorang yang kreatif meramu kata-kata menjadi indah dan enak untuk didengar.

soal pengunjung, saya juga menargetkan ini dulunya *hadeuh gueeeeee ==”

tapi mungkin setiap dateng ngeliat tampilan saya berubah pada menjauh kali yaa.. huahaha..

nah, sekarang saya sudah instropeksi blog. *bukan diri.hehe
saya udah nyaman aja sama tampilan sekarang, walau kadang pengen ganti lagi *eh?

i think simple is better. and i did it.
good looking, and i hope good posting too. good writing i mean.

dan saya juga sudah jarang blogwalking. kalau emang postingan orang tsb bagus mungkin saya berkenan untuk meninggalkan jejak . gak kayak dulu, komen dulu baru baca. yang penting pertamax. ahahahah.. *kayak kaskus aje ane… hehe

kayak sekarang, ada aja yang saya posting. emang lagi semangat buat nulis.

tapi next saya pengen nulis artikel atau opini yang bermanfaat, bisa membuka dan menambah wawasan orang lain juga. 🙂 dan gak begajulan kayak sekarang. kayaknya jauh dari karakter saya yang sebenarnya. *atau ini karakter asli saya? *nah lo, ga tau diri sendiri nih
anyway wish me the best yak!!

salam
@ikrimmah

#JudulFilmLokasiUPI

entah kenapa malam ini ada banyak kisah untuk ditulis.

semoga semangat saya menulis selalu berkibar dan tambah jago 🙂
hehe.. amiin
malam ini saat saya membuka twitter, ternyata @infoupi lagi ngadain tweet dengan hashtag #JudulFilmLokasiUPI .. 
dan banyak tweet2 lucu dari para warga UPI malam ini.. 
dan ini beberapa twit yang sempat saya abadikan :::
terpendam ke dalam lobang parit ya?

gimane ceritanya??

asli ini bikin ngakak. ya kali IP nya jadi labih tinggi. kalo nggak??

mari berdoa agar si akang cepet lulus . *berdoa dimulai

tuh kan pacaran itu ga ada untungnya men!

selamat menikmati 🙂

salam

….dan aku pun ingin pulang!!

….
di tepi kota ini
 ku merasa sangat sepi 
berdiri di atas karang
 ku kenang wajahmu
 berikan aku waktu


 tuk berlabuh ke pelukmu 
sadarkan semua niatmu
 dan jangan tinggalkan aku 
jangan tinggalkan


 reff: 
aku ingin pulang
 aku ingin pulang
 berikan doamu 
agar aku pulang 


aku ingin pulang 
aku ingin pulang
 berikan sayapmu 
agar aku pulang 


aku ingin cepat pulang 
aku ingin cepat pulang
 berikan sedikit waktumu
 untuk tetap menunggu
 tetap menunggu


(Nidji – Pulang)

malam minggu ini teman  kosan sebelah tiba-tiba aja play a song yang berjudul “pulang” nya Nidji ini. ya, kami yang beraal dari perantauan ini tambah menjadi-jadi kangennya akan kampung halaman.

yang jadi fokus pada liriknya sih “aku ingin pulang” nya. ya, saya benar- benar ingin pulang. ingin ketemu papa, kakak, abang dan adik di pekanbaru dan di pariaman.. huwaaa >.<

you know dad, i already miss you
sists, bro i miss you right now >.<

although just a while yet it can makes me happy 🙂

apalgi sama ponakan-ponakan yang jika saya mengingat mereka tak henti-hentinya bibir ini menyunggingkan senyuman atau airmata saking kangennya memeluk mereka. para bocah-bocah malaikat saya yang membuat jaman sma saya semakin berwarna.. hehe..

saya sudah jadi tante sedari sekolah.. *bangga

just wishes that i can get my holiday soon.

~tunggu aku pulang.. dan berikan doamu, agar aku pulang ~

salam
@ikrimmah

yang pada malam ini merasa sepi ditepi kota Bandung ini.
dan kerinduan yang meyesakkan dada *halah

10 Reasons Why we must write

Writing, Menulis.
mengapa saya  sampai sekarang menulis di blog, baik sekedar basa basi , curhatan, atau berkelas dikit, nulis artikel. seperti kebanyakan alasan orang , saya ingin mengabadikan catatan saya 🙂

“karena tulisan adalah awal dari peradaban”

dan malam ini saya menemukan catatan setahun lalu saat saya mengikuti ILC LEPPIM UPI. pematerian tentang menulis. disini semua peserta diminta untuk mengmukakan alasan mereka menulis, dan ini beberapa yang saya catat :

1. Mencurahkan isi hati dan kepala

hal yang paling gampang untuk ditulis kan apa yang ada dalam benak dan bagaimana susana hati. makanya kebanyakan isi diary tuh yang sedih daripada yang seneng. karena saat sedih kita membutuhkan ‘seomeone’ or ‘something’ untuk jadi pelampiasan. dan tak jarang buku dan pulpen yang jadi teman akrab 🙂


2. Menjadi Penulis

yak, yang suka nulis biasanya juga terinspirasi dari buku kesukaan dan tentunya sang penulis yang telah menulis cerita tersebut. dan jadilah kita ingin menjadi atau sehebat sang penulis idola kita tersebut.
kalau saya sendiri, dari dulu tuh suka banget sama tulisan bunda Asma Nadia dan Bunda Helvy Tiana Rosa. Mereka berdua menjadi penulis favorit saya karena, tulisan mereka “anak muda” banget dan islami tapi tidak menggurui. Bahkan saya dulu  jadi pengen mendalami islam sendiri gara-gara membaca karya 2 saudara ini 🙂


3.  Berbagi Pengalaman dengan Pembaca

mungkin ini yang sedang saya lakukan melalui Blog. yak ,pengen berbagi sama para blogger. dari pengalaman saya kali aja ada yang bisa di ambil manfaatnya. 🙂

4. Menghasilkan karya yang bermanfaat

Pastinya dong kita pengen karya kita tuh bermanfaat dan disukai orang-orang. Bukankah sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat ?

5. Kepuasan Batin

yakin deh, kalo udah selesai nulis. baik artikel atau curhatan, rasanya tuh bakal lega banget. lega dan puas udah selesai ngeluarin uneg-uneg dan menelurkan ide’ide brilian dalam bentuk tulisan.

6.  Corgito Ergo Sum

“aku berpikir maka aku ada”  kata dari Rene Descartes ini mungkin sudah sering kita dengar. aku berpikir maka aku ada, karenanya aku menulis. karena aku berpikir. simplenya, dalam eksistensi keberadaan kita, maka kita menggunakan tulisan sebagai bentuk keberadaan itu. dan “aku bepikir” , karena manusia dilahirkan dengan otak serta akal pikiran, maka dengan tulisanlah kita menuangkan segala benak dalam pikiran kita


7. Mengikat ilmu dengan tulisan (Ali bin Abi Thalib)

Bahkan beratus tahun dahulu, Khulafur Rasyidin Ali bin Abi Thalib r.a. pun menyatakan pentingnya menulis yaitu agar dapat mengabadikan ilmu-ilmu agar nantinya dapat diwariskan pada generasi selanjutnya. serta tidak punah nantinya.


8. Aktualisasi Diri

kalo kamu udah menulis dari bangku SD sampai sekarang, kamu bisa melihat bagaimana perkembangan tulisan kamu. kalo kamu tertawa memebaca tulisan kamu dulu, berarti kamu sudah berkembang. kalo kamu bangga dan merasa tulisan kamu dulu sangat bagus, berarti kamu mengalami kemunduran.

9. Suatu Kebutuhan

sama seperti membaca. membaca adala kebutuhan, membuka cakrawala serta wawasan kita. begitupun menulis adlah suatu kebutuhan untuk meninggalkan jejakmu dalam bentuk tulisan dan wujud eksistensi diri..hehe.. 😀

10.  Kritik

merupakan kritik ketika tulisan kamu belum bisa dikatakan baik untuk dibaca. dengannya kita bisa belajar lebih banyak lagi untuk bisa lebih baik.

kalau kamu, apa alasanmu menulis? kalau gak suka menulis, harus dicoba, minimal keseharian kamu deh!!
Start Now!!

🙂

salam
@ikrimmah