Denda Tinggi menjadikan Demonstrasi yang Tertib

Selama ini pemberitaan di media sering mengungkapkan tentang demonstrasi anarkis yang dilakukan oleh masyarakat kita. Mungkin memang wujud kekecewaan akan kinerja pemerintah atau pun disinyalir ada provokator di balik demonstrasi tersebut.
Saya pikir, tidak adakah cara lain yang lebih intelektual daripada melakukan demo yang anarkis ini? Secara pelaku demonstrasi kebanyakan adalah kaum pelajar. Ditambah aksi-aksi tersebut sering meresahkan orang lain.
Menurut hemat saya, aksi demonstrasi  ini adalah opsi paling belakang setelah melakukan diskusi dengan pihak terkait.Ya, memang terbukti bahwa melakukan demonstrasi lebih didengar suaranya. Apalagi kalau melakukan aksi-aksi ‘ekstrem’ .
Lalu apa sih yang bisa dilakukan agar demonstrasi yang ekstrem dapat dikurangi atau bahkan ditiadakan?


Saya mendapat jawabannya setelah membaca berita di VOA News tanggal 6 juni 2012 yang judulnya ” Parlemen Rusia Setujui Denda Tinggi bagi Demonstrasi Liar “.

Pemerintah Rusia  menyetujui RUU yang akan mendenda sangat tinggi orang-orang yang ikut dalam demonstrasi tanpa izin. Denda nya pun gak main-main, dari 30 dolar menjadi sekitar 9000 dolar. Tinggi banget dendanya.. -____-“
sumber : Google
Kalau dikonversi kerupiah kira-kira dari Rp 300.000 menjadi Rp 90.000.000..*itu duit semuaaa?? :O
Nah, bagi yang tidak sanggup buat bayar, ada opsi lain. Bukan masuk penjara dan sejenisnya. Tapi para pelaku, eh demonstran yang ‘menyeleweng’ tersebut bisa mengganti dendanya dengan melakukan pekerjaan sosial sampai 200 jam dan membuat perubahan-perubahan lain untuk menghambat demonstrasi tanpa izin. 

Memang terlihat kalau untuk di Rusia UU ini seperti ‘ada udang dibalik batu’, karena akan meningkatkan ketegangan dalam masyarakat Rusia dan menyulitkan aksi-aksi demonstrasi

 Tapi secara garis besar, kita ambil hal positif dari pemberitaan ini dalam penerapannya bagi Indonesia. Berbeda dengan demonstrasi tanpa izin, kita kebanyakan aksi-aksi yang anarkis. Saya pikir tidak masalah kalau denda tinggi dapat diterapkan. Ditambah opsi lain yaitu pekerjaan sosial sampai 200 jam  atau melakukan aksi-aksi nyata untuk perubahan yang lebih baik, why not?

sumber : Google





Bukan berarti menghilangkan hak akan kebebasan berpendapat. Tetapi kebebasan tersebut tidak diartikan bebas dalam arti luas. Tapi bebas dengan mengingat batas-batasnya. Jadi, denda tinggi untuk menjadikan demonstrasi yang tertib, is not a bad thing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s