menulis itu paksaan (?)

first on my experience.
menulis diary karena tugas bahasa indonesia kelas X SMA yang di tugaskan oleh bu yunita, guru bahasa indonesia sekaligus wali kelas.
dulunya obsesi bikin karena pengin dapet nilai perfect. Alhamdulillah i got it
trus??
trus sekarang jadi kelanjutan deh.
ada di diary, walaupun jarang nulis. saya sudah punya 4 koleksi buku diary
trus 3 buah blog. multiply 1, blogspot 2.
tapi akhirnya saya kerdilkan dan di hapus karena multiply sudah menghapus proggram blognya.
padahal saya lebih suka nulis di multiply 😦
trus blogspot satu lagi saya hapus karena males ngurus dua rumah
ribet + useless

well, awalnya emang paksaan demi ngejar nilai. Tapi saya mempelajari banyak hal dari tugas guru bahasa indonesia saya ini. seringnya menulis diary, saya punya buku sejarah kehidupan saya (baca : Autobiografi)
sering menulis diary , ternyata tidak membuat tulisan saya makin bagus ==”
sering menulis diary, ternyata kangenin kala gak menulis
sering menulis diary, saya jadi punya banyak ide untuk menulis hal lain. ide itu memang terus bermunculan.

saya jadi ingat sebuah quote

ingin menulis ya menulislah, tunggu apalagi. menulislah dari detik ini juga. jangan ngomong ga bisa. menulislah. menulis, ya menulis!!

🙂
Salam hangat dari negeri Rantau

Advertisements

Berubah

Berubah itu memang tidak mudah
apalagi berubah dari yang buruk ke yang baik
apalagi kalau burknya sudah ‘akut’

Tapi kasus lainnya, berubah itu sangat cepat
secepat kecepatan cahaya
secepat kecepatan cahaya matahari sampai ke bumi
butuh waktu 8 menit untuk sampai ke muka bumi
atau secepat perubahan dalam teori paradoks kembar
Aku di bumi masih muda ketika kau sudah begitu tua ketika ke bumi setelah bepergian jauh ke angkasa sana

Aku tidak dapt melakukan apa-apa.
perubahan itu tergantung pada waktu
siapa sangka aku 5 tahun dahulu berbeda dengan aku 5 tahun mendatang
siapa sangka engkau 5 tahun dahulu berbeda dengan kau 5 tahun sekarang
ya, kita jadi berbeda
kita sebut saja perubahan

Entah aku yang egois atau kau yang egois
bagiku, perubahan kau adalah perubahan yang sangat mencolok
dahulu kau adalah anak manis
sekarang kau begitu liar
dahulu kau menyukai boneka
sekarang kau menyukai bubuk khayalan

Atau kemana saja aku selama ini?
yang tidak ada kabar katamu
kenapa baru sekarang aku muncul?
ya, aku egois dahulu, sekarang aku peduli
aku ingin kita bersama-sama lagi
bersama-sama menuju perubahan yang baik ini

Cilimus, Bandung
26 maret 2013

Depends on your Steps

When you take the bad steps.. the ways will be straight. they follow your steps and support it.
When you take the good steps.. the ways will be straight. they follow your steps and support.
it’ easy anyway.
but there’s so many people who chose bad steps destroyed theirself indeed.
and otherwise..
so all you need depends on your first step ikrim!!
come on!!
don’t lose your steps

Of course You can!!

Eine Frau mit ihrem Traum

“huft, akhirnya pekerjaan hari ini selesai juga” mae berkata pada dirinya sendiri. Sambil mengelap keringat di dahinya,, dia pun duduk sejenak di atas kasur kamar kosannya. kamar yang berukuran 3×4 m ini memang kamar yang sangat nyaman baginya. Tempat melepas lelah. dengan cat warna krem yang menyejukkan pikiran serta 2 jendela yang besar. Besar untuk ukuran kamar kosan sekitar Bandung ini. Biasanya malah tidak ada jendela sama sekali. Sehingga membuat pikiran semakin suntuk setelah berlelah-lelah di luar sana. “Betapa beruntungnya aku” bisik Mae. “Beruntung mendapatkan kamar yang menyenangkan ini, bersama teman2 kosan yang hangat dan menyenangkan”
Mae memiliki teman2 kosan yang sama-sama urang rantau. Ya, Mae merantau jauh dari keluarganya di Pariaman sana. Sebuah kota kecil yang hangat di Pantai provinsi Sumatera Barat . Dan hari ini Mae kebagian jadwal memasak di kosannya. Bukan masalah baginya, karena sejak kecil sudah dibiasakan memasak di rumah, membantu Uwatnya di dapur. Uwat sering bilang “anak gadih ko harus pandai mamasak, bisuak ka balaki gai mah” Mae pun senyum mengingat masa-masa itu. Masa kecil yang menyenangkan tanpa perlu susah-susah memikirkan betapa banyak hal yang sedih dan menyenangkan datang silih berganti.
Bahkan pulang sekolah sering main-main dulu bersama teman-teman sampai maghrib menjelang. Betapa sering dimarahi orang rumah jika pulang sesore itu. dasar emang anak bandel malahan nyengir saja waktu itu.
“Sekarang aku memang sendiri disini. karena tidak ada keluarga. Benar-benar jauh dari keluarga.  Tapi aku punya Allah yang selalu menemani kapanpun dimanapun 24 jam. Aku beruntung memiliki teman-teman yang baik di kosan, di kampus, di organisasi dan juga teman-teman SMA yang juga sama-sama marantau di Kota Kembang ini.”

“Aku ingin membahagiakan orang tua ku, kakak-kakak dan keluargaku.” bisik Mae kepada dirinya. “Aku tidak hanya ingin segera lulus dengan nilai memuaskan, tapi juga juga dengan ilmu-ilmu yang begitu banyak yang telah didapatkan disini. Ada banyak kesempatan disini. Tapi aku tidak ingin berada disini seterusnya. Aku ingin sekali pulang dan mambangun nagari.”
Lalu bagaimana dengan Jerman?” Suara hatinya berbicara.

“Entahlah, aku ingin bahkan sangat ingin menginjakkan kaki kesana. Ke negeri Hitler itu. Selalu ada daya tarik untuk kesana. Terbang kesana. Aku sudah pernah mendaftar konferensi di Jerman. Sayangnya belum beruntung. Saat itu aku benar-benar down. Bertanya kepada kakak tingkat yang telah mengikuti program Au Pair. Aku tertarik. Tapi sayangnya masih belum beruntung untuk mendapatkan GF. Untuh PH Heidelberg aku pun sudah tidak memiliki kesempatan. IPK ku tidak sampai ke batas persyaratan. Schade. DAAD atau sommerkurs. itu yang ingin aku raih. Aku sekarang sangat pesimis. Bahkan untuk melanjutkan studi di jurusan ini. Dua orang teman ku sudah pindah jurusan. Sepertinya mereka akan bahagia dan benar-benar telah menemukan apa yang mereka inginkan. Tapi aku?” Mae menghela nafasnya panjang.
“Aku memang secara sadar ingin  kesini. Tapi sekarang aku benar-benar bingung ke diri sendiri.  Aku hanya yakin untuk niat, doa dan usaha yang harus sangat keras. Hingga setelah lelah itu semoga Allah menghadiahi sesuatu yang terbaik bagiku”

Lama Mae berbicara dengan pikirannya sendiri. Sambil melihat langit biru yang cerah melalui jendela kamarnya, Mae pun berkata dalam hati “Ya, Aku bisa. Harus bisa untuk mencapai mimpi-mimpiku. Hanya tekad sekuat baja, niat tulus Lillah serta doa kepada Nya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.” Yakin Mae dalam hati

When my dream belongs to my friend

have you ever heard someone screaming??
i just want to scream right now..
😦
Astaghfirullah.. maybe i’ll do it if i’m not realize that Allah always beside me. Innallaha ma ana.
this morning was delightful and fun. woke up in the early mornig, did subuh pray, memorized the Albaqarah, read Quran, jogging with my beloved friends, took a bath and opened internet.
When i checked my email, i shocked to see the email from ISWI. An conference in Germany. well, i do love Germany, even i love the most to Makkah. but i have interest for Europe especially Germany.

Tapi semua keinginan kita belum tentu dikabulkan.
saya memang merasa kecewa. tapi waktu tau teman saya di kampus lulus. hati ini entah kenapa terasa sesak. banget.
kecewa.bahkan bisa dibilang iri . karena saya sudah lama menanti2 pengumumannya. tapi apa daya. semuanya dikembalikan pada Nya. mungkin saya selama ini terlalu obsesi. padahal ini hanyalan dunia saja.
setelah membaca alquran Alhamdulillah hati ini terasa lapang. Allah Maha Baik menunjukkan iim surat An nisa’ ayat 77 yang bunyinya kurang lebih :

“Kesenangan di dunia itu hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa”

walau saya tidak mendapatkan kesenangan didunia ini, semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik di Akhirat nanti.
Semoga iim termasuk orang-orang yang bertakwa. amin ya Allah

Liebe

ikrimmah

Jadilah seorang Hafidzah

Mimpi setiap muslim untuk menghafal, faham dan mengamalkan isi alquran. well, alquran adalah pedoman hidup kita. aren’t we?

dan Alhamdulillah, di bandung ini, di UPI ini saya dimudahkan dan difasilitasi setiap minggu untuk mengikuti tahfidz.. suatu kebahagiaan batin untuk semakin dekat dengan Nya.. Judul di atas lebih tepatnya saya ajukan kepada diri sendiri. ayo ikrim, semangat!!

beberapa minggu yang lalu di alfurqon dan di masjir daarut tauhid kedatangan keluarga penghafal alquran. mereka memiliki 3 orang anak yang juga penghafal alquran.padahal masih kecil.. tapi udah hafal alquran… betapa lucu nya mereka. sudah diarahkan dan diberikan nikmat oleh Allah keluarga, ayah bunda yang sholehah. isya Allah anaknya pun sholeh dan sholehah.

saya hanya berdecak kagum pada 3 anak kecil ini. yang perempuan bernama zainab. 2 kakak laki-laki mereka saya lupa namanya. mereka berasal dari mesir. ayah mereka seorang dosen yang masih melajutkan studinya, juga seorang ahli farmasi, setiap hari mengisi ceramah di berbagai tempat. tapi masih ada waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan waktu untuk menghafal alquran. Bagaimana tidak, memiliki anak2 yang juga hafal quran.

Subhanallah… saya pun juga ingin dan akan seperti itu. insya Allah lillah 🙂

with love

ikrimmah

Kompre si Ummy

i Just wanna say “Barakallah Ummy tacintoooo””
alhamdulillah.. sudah menjadi S1..berkat kerja keras dirimu..
sudah menjadi istri yang baik, ibu yang baik, cerdas, cekatan dan bisa nyambi nyelesain skripsi.. wow!! i learned o lot from you my Sister!!!

you are a busy woman, but you can mange your time.. i’m not really busy than you. but i can not manage my time #tepok jidat

i hope your life, your kids, your hubby, your family will be happily ever after.. hee..
amin ya rabbal ‘alamin

Berkahilah mereka ya Allah 🙂

with Love

ikrimmah

Es regnet . Bandung with the Rain

i love rain.
i love when  i breathe the fresh air.
breathe the wet ground.

i’m having fun to this case..

and Bandung.

when my first time came to bandung. i said ” what the heck”
this city is really dirty and hot. i didn’ see some trees..

you know, there are so many garbages in this city… but when i came fisrt time in UPI. Universitas Pendidian Indonesia , i said ” wow!! amazing!! this univesity is so beautiful and great!!” i was blown away to Isola. The rectorate of UPI..

i was so happy when my friends come to my campus and said ” what a beautiful campus” and i agree it”

Thank God that have made me come to this city and to this university

with Liebe

ikrimmah

How are you, IP?

How are you guys??
and how are you my IP??

i know, don’t be sad just because of your IP.
Let Allah proceed it..
you only have to effort as strong as you can ikrim.
tawadzun . just do it because Allah…

and i was so happy that Allah gave me a lovely, beloved family who have never judge me when i’m down. they always support me when i’m in zero point. when i can not do anything.
thel always there behind me, beside me, in front of me and everywhere.

Alhamdulillah..

“Nikmat Tuhanmu manakh yang engkau dustai?”

with Love

Ikrimmah