Ramadhan Ala Aktivis

kamu seorang akivis? atau pasivis?

dari judulnya saja kita sudah bisa menganalisis adanya perbedaan kegiatan dari seorang mahasiswa aktivis atau yang seorang mahasiswa biasa.

tinggal hitungan hari lagi, ramadhan akan daang. marhaban ya Ramadhan. banyak ucapan, simbol iklan dan lainnya yang menyambut bulan penuh berkah ini. lalu, bagaimana dengan kita? apakah kita sudah mempersiapkan segala hal?

ramadan-2013-1434-banner-940x375

bagi seorang aktivis, jadikanlah ramadhan tahun ini lebih bermakna dari tahun kemarin. ramadhannya seorang aktivis itu bukan ramdhan yang sama atau bahkan lebih buruk dari tahun kemarin. bukan ramadhan yang diisi dengan kesian-siaan dengan berdiam diri saja atau ngabuburit dengan duduk manis di depan layar TV sambil menunggu adzan manghrib.

Seorang aktivis harus tahu hikmah ramadhan, yaitu :

  1. Disiplin Waktu

  2. Pada bulan Ramadhan, dilipat gandakan pahala

  3. Dalam bulan ramadhan kita belajar mengenai [eningnya persaudaraan dan silaturahim

  4. juga peduli kepada orang yang lemah

pun, ada hikmah ruhiyah puasa:

  1. puasa mensucikan jiwa

  2. Melatih kesabaran

  3. menekan gejolak seksual

  4. mengangkat unsur ruhani

lalu, bagaimana ramadhan ala aktivis?

  1. Ramadhan ala aktivis bukan hanya diisi denan syura’, namun juga diiringi dengan peningkatan jumlah tilawah

  2. Malam Ramadhan ala aktivis tidak hanya  disibukkan dengan konsepan acara yang akan diadakan di bulan Ramadhan, namun juga kekhusyukan berkhalwat dengan Rabbnya

  3. Siang Ramadhan ala aktivis bukan hanya membicarakan targetan rekrutmen, namun juga uoaya penggalangaan dana

  4. ramadhan ala aktivis itu bebas dari menggunjing

  5. Ramadhan ala aktivis itu PENUH MAKNA!!

ramadhan lebih bermakna dengan:

  • Tekad yang kuat

  • Ilmu

  • Persiapan amal

So, Are You ready for Ramadhan? be Prepared. Bikin targetan kamu selama ramadhan, agar terkondisikan dan bisa mengevaluasi diri apakah sudah lebih baik dari tahun kemarin.

Welcome Ramadhan ūüôā

  • berdasarkan Kajian Pembekalan pemagang dan pengurus LDK UKDM UPI oleh kang Salman di Alfurqon Universitas Pendidikan Indonesia

UMKM SEBAGAI PEMBANGUN SEMANGAT WIRAUSAHA dan PRESTASI DI KALANGAN MAHASISWA

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memainkan suatu peran yang sangat vital di dalam pembangunan  dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara-negara sedang berkembang  tetapi juga di negara-negara maju. Di negara maju, Usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM)  sangat penting tidak hanya karena menyerap banyak tenaga kerja dibandingkan usaha besar, tetapi kontribusinya terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) termasuk besar.

Pemuda dan mahasiswa adalah peran yang erat sebagai regenerasi dan penerus pembangunan bangsa ini. Sebagai negara berkembang, indonesia memiliki jumlah penduduk usia muda yang lebih banyak dibandingkan penduduk usia lanjut. Oleh karena itu mahasiswa atau pemuda meiliki peran yang penting dalam keberlanjutan bangsa ini. Ekonomi adalah salah satu hal terpenting dalam pembangunan bangsa. Dimulai dengan kesadaran mahasiswa akan pentingnya membangun pribadi yang mandiri melalui semangat serta prestasi dalam berwirausaha dalam bentuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Peran kewirausahaan telah teruji dengan adanya krisis ekonomi yang  melanda  bangsa Indonesia. Kewirausahaan  yang  berbasis  pada ekonomi rakyat ternyata mampu bertahan dalam situasi yang sulit. Untuk itu perguruan tinggi sebagai lembaga yang menjadi  salah satu panutan masyarakat dapat  mendorong  budaya  berwirausaha. Perguruan  tinggi diharapkan juga  mampu  menciptakan  wirausahawan-wirausahawan  yang handal,  sehingga mampu meberi dorongan niat masyarakat khususnya mahasiswa untuk berwirausaha. Mahasiswa sebagai komponen masyarakat yang terdidik, sebagai harapan masyarakat dapat membuka lapangan kerja, dengan menumbuhkan niat berwirausaha.  (Tjahjono, 2008:2)

Mahasiswa yang menekuni ilmu manajerial khususnya kewirausahaan, diharapkan memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, sehingga hal ini akan mampu membuka lapangan kerja yang lebih luas. Dengan kondisi tersebut, maka perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mampu menyiapkan anak didiknya, khususnya jurusan manajemen untuk menjadi wirausaha yang unggul. Mahasiswa jurusan manajemen, supaya tidak mengantungkan kerja di orang lain, tetapi diperlukan keberanian untuk membuka usaha sendiri atau berwirausaha. (Tjahjono, 2008:2)

Melalui bangku kuliah, mahasiswa dididik untuk memiliki semangat dan daya juang dalam berwirausaha. Setelah menamatkan bangku kuliah, mahasiswa tidak perlu cemas menjadi apa. Mahasiswa harus memiliki keberanian serta kemandirian akan berwirausaha melalui UMKM. Dengan menyadari betapa pentingnya UMKM (paling tidak secara potensial), tidak heran kenapa pemerintah-pemerintah di hampir semua negara berkembang (termasuk Indonesia) sudah sejak lama mempunyai berbagai  macam program, dengan skim-skim  kredit bersubsidi sebagai  komponen  terpenting , untuk  mendukung  perkembangan dan pertumbuhan  UMKM. Tidak hanya itu,  lembaga-lembaga intenasional pun, seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Organisasi Dunia untuk Industri dan pembangunan (The United Nation Industry and Development Organisation/ UNIDO) dan banyak negara donor lewat kerja sama-kerja sama bilateral  juga sangat aktif selama ini dalam upaya-upaya  pengembangan (atau capacity building) UMKM di Negara berkembang.
Sumber:
Zuhal. 2008. ‚ÄěKekuatan Daya Saing Indonesia Mempersiapkan Mayarakat Berbasis Pengetahuan‚Äú. Jakarta : PT Kompas Media Nusantara.
T.H. Tambunan, Drs. Tulus. 2009. UMKM di Indonesia. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia