UMKM SEBAGAI PEMBANGUN SEMANGAT WIRAUSAHA dan PRESTASI DI KALANGAN MAHASISWA

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memainkan suatu peran yang sangat vital di dalam pembangunan  dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara-negara sedang berkembang  tetapi juga di negara-negara maju. Di negara maju, Usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM)  sangat penting tidak hanya karena menyerap banyak tenaga kerja dibandingkan usaha besar, tetapi kontribusinya terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) termasuk besar.

Pemuda dan mahasiswa adalah peran yang erat sebagai regenerasi dan penerus pembangunan bangsa ini. Sebagai negara berkembang, indonesia memiliki jumlah penduduk usia muda yang lebih banyak dibandingkan penduduk usia lanjut. Oleh karena itu mahasiswa atau pemuda meiliki peran yang penting dalam keberlanjutan bangsa ini. Ekonomi adalah salah satu hal terpenting dalam pembangunan bangsa. Dimulai dengan kesadaran mahasiswa akan pentingnya membangun pribadi yang mandiri melalui semangat serta prestasi dalam berwirausaha dalam bentuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Peran kewirausahaan telah teruji dengan adanya krisis ekonomi yang  melanda  bangsa Indonesia. Kewirausahaan  yang  berbasis  pada ekonomi rakyat ternyata mampu bertahan dalam situasi yang sulit. Untuk itu perguruan tinggi sebagai lembaga yang menjadi  salah satu panutan masyarakat dapat  mendorong  budaya  berwirausaha. Perguruan  tinggi diharapkan juga  mampu  menciptakan  wirausahawan-wirausahawan  yang handal,  sehingga mampu meberi dorongan niat masyarakat khususnya mahasiswa untuk berwirausaha. Mahasiswa sebagai komponen masyarakat yang terdidik, sebagai harapan masyarakat dapat membuka lapangan kerja, dengan menumbuhkan niat berwirausaha.  (Tjahjono, 2008:2)

Mahasiswa yang menekuni ilmu manajerial khususnya kewirausahaan, diharapkan memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, sehingga hal ini akan mampu membuka lapangan kerja yang lebih luas. Dengan kondisi tersebut, maka perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mampu menyiapkan anak didiknya, khususnya jurusan manajemen untuk menjadi wirausaha yang unggul. Mahasiswa jurusan manajemen, supaya tidak mengantungkan kerja di orang lain, tetapi diperlukan keberanian untuk membuka usaha sendiri atau berwirausaha. (Tjahjono, 2008:2)

Melalui bangku kuliah, mahasiswa dididik untuk memiliki semangat dan daya juang dalam berwirausaha. Setelah menamatkan bangku kuliah, mahasiswa tidak perlu cemas menjadi apa. Mahasiswa harus memiliki keberanian serta kemandirian akan berwirausaha melalui UMKM. Dengan menyadari betapa pentingnya UMKM (paling tidak secara potensial), tidak heran kenapa pemerintah-pemerintah di hampir semua negara berkembang (termasuk Indonesia) sudah sejak lama mempunyai berbagai  macam program, dengan skim-skim  kredit bersubsidi sebagai  komponen  terpenting , untuk  mendukung  perkembangan dan pertumbuhan  UMKM. Tidak hanya itu,  lembaga-lembaga intenasional pun, seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Organisasi Dunia untuk Industri dan pembangunan (The United Nation Industry and Development Organisation/ UNIDO) dan banyak negara donor lewat kerja sama-kerja sama bilateral  juga sangat aktif selama ini dalam upaya-upaya  pengembangan (atau capacity building) UMKM di Negara berkembang.
Sumber:
Zuhal. 2008. „Kekuatan Daya Saing Indonesia Mempersiapkan Mayarakat Berbasis Pengetahuan“. Jakarta : PT Kompas Media Nusantara.
T.H. Tambunan, Drs. Tulus. 2009. UMKM di Indonesia. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s