Character Building: Keseimbangan IQ, EQ dan SQ

oleh : Ikrim Maizana

Universitas Pendidikan Indonesia

Pembentukan karakter dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini mennjadi topik yang hangat didiskusikan dan diterapkan dalam dunia pendidikan. Bagaimana tidak, masalah yang bertubi-tubi menghantam indonesia, seperti korupsi, kembali membuat kita bertanya-tanya apa yang salah pada negeri ini sebenarnya. Dan kita pun sampai pada keputusan bahwa  baik buruknya suatu negara tergantung pada generasinya. Dan tentunya bagaimana generasi itu dididik. Akarnya kembali kepada dunia Pendidikan.

Karakter adalah fondasi. Adapun kompetensi yang dibangun akan berdiri tegak dan  kokoh.  Kompetensi merupakan kemampuan dalam mengemban tugas, menyelesaikan pekerjaan atau menangani persoalan. Ada kata bijak yang mengingatkan: “Bila hanya kompetensi yang dilatih, manusia bisa lebih ganas ketimbang serigala. Karena serigala hanya diberi otak. Sedang manusia diberi otak dan akal.” Inilah yang menjadikan manusia berbeda dengan mahluk hidup lainnya.

Character bulding itu adalah bagaimana kita dapat  menerapkan kecerdasan dan kemampuan EQ, IQ, dan SQ dalam kehidupan. Dalam dunia pendidikan sekarang ini, banyak hal yang dituntut adalah IQ. Seseorang dinilai pintar atau tidak, dilihat dari nilai kognitifnya, berupa angka-angka. Tanpa kita sadari, hal ini membentuk karakter yang hanya cerdas pada IQ nya, sehingga suatu saat, bila seorang siswa mendapati nilainya turun, tanpa adanya landasan EQ dan SQ, maka ini akan menjadi malapetaka  bagi seseorang dalam menghadapi masa depan nya. IQ, EQ dan SQ adalah suatu sinergi dan saling terkait. Jika IQ membuat kita mampu berlogika dan memecahkan masalah dan EQ membuat kita mampu untuk memahami perasaan dan berempati terhadap orang lain maka SQ memberikan kita kemampuan untuk mencari jawaban tentang siapa aku? Dan untuk apa aku ciptakan? IQ dan SQ membuat kita mampu bertindak dengan secara tepat dan cerdas maka SQ-lah yang memberi jawaban tentang  makna dari perbuatan atau  tindakan yang  dilakukan.

 

 

SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. SQ merupakan kecerdasan tertinggi kita. (Ary Ginanjar Agustian, 2007)

Ya, SQ adalah kecerdasan yang tertinggi. Apabila seseorang di PHK dari pekerjaannya, dengan IQ nya dia akan  mencari celah untuk mencari ide dan jalan apa yang akan dilakukannya. Apakah mencari pekerjaan lain atau membuat lapangan kerja baru. Dengan EQ nya, dia tidak meledak atau marah-marah ketika di PHK. Dia sadar dan tahu kenapa dan bagaimana ini terjadi. Dan dengan SQ nya, spiritualnya, hal ini lah yang paling penting yang bisa menjadikannya tetap tenang. Karena dia yakin ada Zat Yang Maha Kuasa atas dirinya yang akan membantunya.

“Knowledge is power. But Character more than  it”

 

Sumber :

Sudewo, Erie. Characer Building menuju Indonesia lebih baik. 2011. Gramedia: Jakarta

http://tekpenikip.wordpress.com/2013/06/04/pentingnya-3-kecerdasan-dalam-pendidikan/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s