April is about My Lovely Papa

What’s on April?

Ada banyak cerita di bulan April ini sampai-sampai saya bingung akan memulai cerita darimana dulu. Banyak cerita yang menguap karena saya lupa untuk menulisnya, lupa untuk mngingatnya bahkan. ya, saya memang tipikal orang yang mudah melupakan sesuatu. termasuk pelajaran. #eh 😀

Sesua dengan judulnya saya mau ngereview apa yang terjadi dengan papa dan bulan April

Der Papa

Der Papa oder Der Vater, bahasa Jermannya a.k.a Father. Dan panggilan sayang saya adalah Papa. Pada bulan April ini papa ulang tahun ke 57 tahun. Barakallah Papa..Papa ulang tahun tepat pada tanggal 1 April. Bukan berarti April mop lu guys. Betapa saya merindukan Papa dan orang-orang rumah. Papa,Ibu,Mama, adik-adik, abang, kakak, mbak, taci, ayang dan semuanya. Rasa kangen itu menjadikan cinta saya yang besar kepada mereka. 

 

saya teringat lirik lagu Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) Adaband feat Gita Gutawa

Teringat masa kecilku

Kau peluk dan kau manja

Indahnya saat itu

Buatku melambung

Disisimu terngiang

Hangat nafas segar harum tubuhmu

Kau tuturkan segala mimpi-mimpi

Serta harapanmu
Kau ingin ku menjadi

Yang terbaik bagimu

Patuhi perintahmu

Jauhkan godaan

Yang mungkin kulakukan

Dalam waktuku beranjak dewasa

Jangan sampai membuatku

Terbelenggu jatuh dan terinjak
Tuhan tolonglah sampaikan

Sejuta sayangku untuknya

Ku terus berjanji

Tak kan khianati pintanya

Ayah dengarlah betapa sesungguhnya

Ku mencintaim

uKan ku buktikan ku mampu penuhi maumu
Andaikan detik itu

Kan bergulir kembali

Kurindukan suasana

Basuh jiwaku

Membahagiakan aku

Yang haus akan kasih dan sayangmu

Tuk wujudkan segala sesuatu

Yang pernah terlewati

 

Image

Papa adalah sosok yang mengajarkan saya untuk optimis dalam hidup, mandiri di rantau, jangan mudah menyerah dan putus asa, papa yang suka bercanda menjadikan saya dekat dengan papa. Papa yang tidak pernah memandang rendah atau meremehkan saya ketika saya down, bahkan terkadang saya suka curhat colongan ke Papa. Papa yang tiap pagi membangunkan anak gadisnya, hanya sekedar menanyakan “sudah bangunkah?, sudah sholat subuhkah? sudah makankah?” dan “Jaga kesehatan, ya Nak” Tutup Papa. Sudah menjadi kebiasaan Papa untuk tidak pernah absen menanyakan hal tersebut. Dan saya merasakan nikmat Allah yang tak bisa tergantikan dengan perhatian Papa yang besar pada saya. Saya bilang saya beruntung mendapat perhatian ini. Sangat beruntung malahan. Saya selalu tersenyum bahagia setiap habis di telepon Papa. Karena saya merasa tidak sendiri di rantau orang. Saya masih bisa lancar berhubungan dengan orang-orang yang saya cintai.

Dan di umurmu yang 57 tahun ini pa, tidak lupa iim titipkan doa kepada Allah, agar Papa sehat selalu, diberi rejeki yang lancar, makin harmonis sama Ibu, semakin caring sama anak-anaknya, makin mencintai dan dicintaii sama anak-anak dan cucu-cucu papa. Bagaimanapun, bertambahnya usia, berarti makin berkurangnya waktu papa di dunia ini. Dan selama itu, iim berharap bisa menjadi anak yang membanggakan bagi papa, menjadi anak yang sholehah yang bisa menjadi penolong papa di akhirat kelak, bukan menjadi beban papa di Yaumul Akhir. karena salah satu hal yang dibawa ketika badan ini telah terpisah dengan Roh adalah Doa anak yang Sholeh. Dan DI antara anak-anak Papa, iim ingin menjadi salah satu anak yang Sholehah itu. Aamiin Ya Allah

Dan malam tanggal 1 April, anakmu yang kangen padamu, baru sempat meneleponmu karena sok sibuk dengan kegiatan kuliahnya. Saat itu iim bilang “Selamat ulang Tahun Papa” Saat itu pukul 10 malam. Dan iim mengganggu Papa yang lagi tidur. Tapi tidak ada nada kesal atau jengkel Papa, malah menanyakan kabar saya ” Baa Kaba? Lai sanang disitu, nak?” 

“Alhamdulillah iim lai sanang pa, eh selamat ulang tahun yo Pa, Lah bara umua papa kini tu?” (Bahkan saya sendiri tidak mengihitung umur papa, malah nanyain balik)

“Iyo, makasih yo nak. Alah gaek papa kini, alah 57  tahun. hehe” Papa menjawab dengan tawa renyahnya

“ih iyo,papa alah gaek, iim tambah gaek pulo. hehe.”

Itu sepenggal pembicaraan kami yang singkat karena saya tidak enak menganggu Papa yang masih ngantuk sepertinya. Hal yang membuat saya senang adalah betapa papa masih ngantuknya, atau capeknya, tapi setiap saya telpon suaranya selalu bersemangat, yang menunjukkan kepada saya: “Tenanglah di negeri orang, jangan bersedih, rajin-rajin lah belajar dan buat Papamu ini bangga nak”

I have no more words that can describe how i feel. I just thank to Allah that has given me a Superman. And he is My Papa 🙂

Salam

Maizana

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s