Nasehat untuk Ima (hanya Cerita Pendek)

Malam itu ima tidak bisa tidur. Dari tadi krasak-krusuk di atas kasur. Orang bilang galau. Walau sebenarnya ada banyak hal yang sedang berada dipikirannya. Titel sebagai aktivis dan amanah yang sedang dijalaninya bahkan membuatnya susah tidur.

“Aku butuh sharing” ucap ima dalam benaknya

Ima pun menelepon teman sekaligus kakak yang sudah biasa dijadikan “ladang curhat” baginya, teh Vivin.

“Assalamualaikum wr.wb  de ima, apa kabar?” Jawab teh Vivin diseberang sana.

“Waalaikumussalam wr. wb. teh, Kabar ima ga terlalu baik teh. ” Balas Ima

“Kenapa de? Ada masalah kah? yu cerita sama teteh adikku” kata teh vivin dengan suaranya yang bijak dan tahu bagaimana menghadapi Ima.

“Gini teh, ima tuh pusing sama rutinitas yang ima jalani. Emang sih ima cuman kuliah sama organisasi. Tapi ima ngerasa wasting time kalo dua-duanya ga bisa ima seimbangin. Ima takut ga bisa tanggung jawab di amanah dan ga bisa berprestasi di akademik teh.” Cerita ima dengan lirih

“Sebenarnya ga ada yang perlu ima takutkan. Jangan jadiin ketakutan sebagai alasan, bahkan ketakutan itu tersendiri yang menguasai ima dan bikin ima ga bisa gerak. Padahal ketakutan itu sendiri tanpa ima sadari adalah buatan ima yang “terlalu” memikirkan hal-hal yang tidak perlu. Bahkan mencemaskan hal yang tidak perlu di cemaskan” Jelas teh Vivin

“Tapi teh, ngeliat temen-temen ima yang bisa berprestasi bahkan di saat mereka memiliki amanah, ima ngerasa iri. Ima yakin, kalo ima sendiri juga bisa bahkan lebih daripada mereka. Tapi Ima jadi sebel sama diri sendiri karena sampai detik ini belum bisa buktiin itu.” Kata Ima dengan suara yang bergetar.

“De, Innallaha ma anna. Sesungguhnya Allah bersama kita. Coba ima cek lagi deh, jangan jadiin iri dan dengki membuat ima jadi ga fokus sama amanah ini de. Ingat selalu Allah, kalau tujuan Ima adalah Allah, maka tidak ada lagi yang perlu ima cemaskan. Setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda. Ima udah ikhtiar semampu ima belum? Ima sudah niatkan karena Allah belum? Atau Ima memang tanpa disadari sudah terbelenggu iri,dengki bahkan fokus pada duniawi? Hayu de, luruskan kembali niatnya. Pesan teteh, “Ima jangan mencemaskan hal-hal yang tidak bisa ima kontrol.”

Jalani saja dan niatkan lillah. jangan lupa usaha semaksimal mungkin de. Kalau semua sudah diniatkan karena Allah, Insha Allah tidak ada yang sia-sia” Jelas tehh Vivin panjang lebar.

“Iya teh..makasih banyak ya udah nasihatin dan denger curhatan ima yang selalu geje ini. Assalamualaikum teteh” Balas Ima

“Waalaikumussalam wr.wb. de.” Tutup teh Vivin

 

Ima pun tersadar, jangan menyempitkan pikiran kita dengan hal-hal yang tidak penting. Selagi ada waktu, lakukanlah aktivitas yang bermanfaat dan positif. Emang rumput tetangga selalu lebih hijau. Tapi jangan lupa benahi diri sendiri. Alhamdulillah, selalu ada orang baik dan peduli 🙂

 

 

 

 

 

Gerlong, Bandung.

Uhibbukumfillah Kakakku yang sudah menasihati ana 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s