Seputih Pasir Pulau Angso Duo

Hari-hari setelah lebaran adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh warga kota pariaman. Sudah menjadi kebiasaan adanya Pesta Rakyat di Pantai Gandoriah, kota Pariaman. Pesta Rakyat ini hanya ada setahun sekali, jadi benar-benar sudah dinanti oleh banyak orang. Ada banyak permainan yang tersedia di pesta Rakyat ini. Sesuai namanya, pesta Rakyat, jadi semua “rakyat”, semua orang di berbagai kalangan keluar dari rumahnya dan datang ke pantai gandoriah bersama teman, saudara atau keluarga untuk bersantai, bermain, jajan atau sekedar leyeh-leyeh.

Hari itu saya pergi ke pantai Gandoriah bersama kakak saya temannya. Awalnya kita bertiga hanya ingin menikmati angin sepoi-sepoin pantai gandoriah dan naik “Boyan Kaliang”, bianglala versi orang minang yang terbuat dari kayu dan di gerakkan menggunakan tenaga manusia. Cukup membayar Rp 3000 saja, “boyan kaliang” ini berhasil membuat saya teriak. Berasa naik tornado di Dufan saja. hehe.

Selesai dari “Boyan Kaliang” kami pun jalan-jalan di tepi pantai. Ada banyak orang yang sedang bermain, berenang, makan, atau hanya sekedar ngobrol dan melihat pantai. Yang terakhir itulah yang kami lakukan. Ketika ngobrol itu saya melihat ada banyak perahu di pantai ini. Perahu itu bolak balik ke pulau Angso Duo yang terkenal dengan pasir putihnya yang lembut di daerah kami. Saya pun nyeletuk ke kakak saya. “Kita ke pulau angso duo yuk. Belum pernah kesana kan? Kapan lagi coba bisa ke pulau Angso Duo kalo ga musim lebaran gini?” ajak saya waktu itu. Mereka pun menyetujui hal tersebut. Kami pun memayar Rp 30.000 pulang pergi untuk per orang. Rada susah juga naik ke perahu ini. Karena kami harus melawan arus ombak yang lumayan besar, karena kami naik di tepi pantai gandoriah. Setelah melalui perjuangan akhirnya kami masuk juga ke dalam perahu yang berkapasitas kurang lebih 20 orang ini. Diatas laut, kami terombang ambing oleh arus ombak. Dipastikan bakal basah, karena jarak perahu sama batas permukaan air dekat banget. Belum sama cipratan air lautnya yang sering mengenai muka. Tidak lebih 10 menit akhirnya kami sampai juga di Pulau Angso duo, dengan air lautnya yang jernih banget. Saya pas turun langsung nyebur ke air. Saking beningnya air di pulau Angso Duo. Ditambah ga ada ombaknya. Gimana ga bikin saya pengen nyebur coba? 😀

IMG03094-20130813-1637 IMG03129-20130813-1653 IMG03132-20130813-1655

Pas kaki saya menginjak pasirnya, waahh..pasirnya lembut. Berasa nginjek adonan kue. Beneran lho. Kami pun mengitari Pulau Angso Duo yang tidak terlalu besar ini. Tidak lupa foto-foto pastinya. Disana kami pun menemukan banyak binatang laut yang bagi kami unik. Ada bintang laut, kuda laut, teripang dan karang. Perahu yang dibuka buat ke Pulau Angso Duo ini biasanya memang adanya pas musim lebaran ini. Waktu pesta rakyat dibuka. Jadinya yang datang kesini juga banyak banget. Ada juga yang mancing di pulau ini. Saya rada ragu mereka bakal dapet pancingan. hehe..

Hari pun sudah menjelang petang. Waktunya pulang dan menikmati sunset yang tenggelam di balik lautan. Betapa indahnya. Mataharinya berasa gede karena dilihat dari pulau Angso Duo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s