Belajar dari anak Kecil – Tentang Sedekah

Sore itu saya akhirnya keluar juga dari kosan, setelah seharian mengerjakan tugas dan menahan lapar alias shaum. Saya pun memilih jajan di minimarket DT yang terletak didepan masjid Daarut Tauhiid. Minimarket ini namanya SMM. Lupa kepajangannya apa. Setelah saya muter-muter minimarket nyari makanan yang saya pengen, sayapun ke kasir untuk bayar jajanan saya. Di depan antrian saya ada anak kecil, bocah laki-laki yang sendirian jajan dan bayar jajanannya. Awalnya saya tidak terlalu peduli dan memperhatikan bocah ini. Setelah dia selesai membayar, dia pun keluar dan melangkah menuju kotak infak yang ada di luar SMM minimarket. Masya Allah, bocah ini ga lupa buat infak dengan sisa kembalian jajanannya di kasir tadi.

Saat itu saya langsung merasa tercelos hati ini. Saya yang sering bolak-balik minimarket ini bahkan melupakan kotak infak dan menyisihkan uang saya untuk diinfakkan. Setelah saya membayar di kasir, hati saya pun tergerak untuk menginfakkan sebagian uang saya dalam kotak infak ini. Tidak banyak, tapi selalu ada hak orang lain di setiap rejeki kita. Right?

Dalam hadis dikatakan bahwa : “Dari Abu Hurairoh r.a., Rosululloh saw. bersabda, “Apabila waktu Shubuh tiba, dua Malaikat turun (dari langit). Malaikat yang pertama berkata, ‘Ya ALLOH, berilah balasan kepada orang yang menginfakkan hartanya.’ Malaikat yang kedua berkata, ‘Ya ALLOH, binasakanlah harta orang yang menggenggamnya (bakhil).’ (Muttafaq alaih-Misykat)

 

Semoga kita selalu menjadi pribadi yang lebih baik dengan menginfakkan harta kita

 

Bandung