Love, who you love

Sebenarnya ini tulisan random dengan judul yang tidak sesuai. Hahai
Well, wilayah gegerkalong dan sekitar mati lampu total. Dari siang malahan. Hal yang tidak biasa terjadi di wilayah bandung, walaupun udah masuk bandung pinggiran sih. Hehe

Anyway i can’t sleep. Udah kebiasaan begadang selama sebulan ini. Jadi tubuh pun udah ngikutin jadwal tidur jam 00 lewat. Tau sih ga baik, tapi emang asik nugas dan berkarya di malam hari. Ga ada suara bising.

Trus, judul maksudnya apa? Kebetulan lagi dengerin radio. Gatau radio apa. Random aja nyari radio yang nyala. Karena radio MQ FM ga nyala akibat dari mati lampu di gerlong. Dan dengerin lagu nya john mayer feat katty pery. Gatau pasti sih isi lagunya apaan. Yang jelas reff nya bunyinya “you love who you love” . Dan gatau juga judulnya apa. Hehe.. overall lagunya john mayer emang easy listening sih. ga berisik di telinga. Walaupun genre nya rada old song gitu.

Kok jadi ngomongin lagu yah? Entahlah. Dipikiran saya lagi acak.

Alhamdulillah tadi akhirnya ketemu Nida Damia. Kadept Multimedia LDK UKDM UPI 2015. Nurunin warisan sama sharing sama adik keren satu ini. Banyak hal yang udah terjadi selama satu kepengurusan sebelumnya yang dipegang oleh saya, ikrim maizana selama jadi kadept Multimedia. Banyak hal yang ditakutin waktu itu. Dan sekarang semuanya sudah berlalu. Semoga penampu amanah selanjutnya bisa istiqomah.
🙂
Edisi selanjutnya akan saya tulis mengenai UKDM dan MITI KM, amanah saya selanjutnya. Serta pengalaman PPL dan kerja keras untuk skripsi.
Yeah, everything you can do lah yaa 🙂
Mudahkan langkah ini ya Allah

January 2015
Ruang inspirasi
Gelap gulita

Advertisements

2015 and Hopes

2015 sudah berlangsung hampir satu bulan. Dan saya belum membuat target capaian saya untuk tahun ini. Compare sama apa yang telah saya capai selama tahun 2014 membuat nyali saya jadi menciut. Ya Allah, to much to be regret.
Dan yang paling saya sesali adalah ketika iman saya makin menurun. Ketika tilawah satu juz mulai berkurang dan tidak merasakan kedekatan dengan sang pencipta. Ketika saya sibuk dengan urusan duniawi, tanpa mengingatNya. Ketika saya sibuk untuk ikut rakernas, persiapan IELTS, persiapan PPL, skripsi, submit ISWI, submit FIM yang tertunda semenjak lolos di FIM 15, persiapan voluntary service di jerman dan apply yang lainnya. Saya melupakan satu hal. NIAT. saya lupa untuk apa saya capek melakukan hal tersebut kalau di mata Allah sendiri saya tidak berarti apa apa karena melalaikan tugas saya sebagai seorang muslim.
Lagi, untuk persiapan menuju kepastian tiap yang hidup. Saya kembali merevisi niat saya. Untuk lillah. Agar perjuangan ini tidak sia sia di mataNya.

Bismillah
🙂

Bandung
Ruang inspirasi
January 2015

➡➡Aku Malu Dipanggil Aktivis⬅⬅

Coba di cek, mudah2n bisa buat renungan
👇

✅ Aku malu saat kau memanggilku dengan sebutan “Aktivis” Karena bisa jadi amal baik mu lebih banyak daripada amalku.

✅ Aku malu saat kau memanggilku
dengan sebutan itu, Karena bisa jadi keikhlasanmu lebih mendalam daripada diriku.

✅ Aku malu sangat malu saat kau memanggilku dengan sebutan ”Aktivis” yang hebat, Karena bisa jadi kedudukan engkau lebih mulia di hadapan Allah. Siapa yang tahu tentang hati ini? Bukankah yang mengetahui hanyalah diri sendiri dan Allah semata?

✅ Aku sungguh sangat malu kawan, engkau memanggilku dengan sebutan “aktivis” ketika bacaan Qur’an ku masih terbata-bata dan belum
baik. Apalagi dengan hafalan Qur’an ku?
Tahsin saja aku masih menunda-nunda. Apalagi untuk tingkat Tahfizh?

✅ Aku merasa tidak pantas kawan, ketika engkau menyebutku dengan sebutan “aktivis” yang sering
pulang larut malam karena banyak agenda dakwah disana-sini. Hingga tak jarang aku membiarkan Mushaf itu hanya bergeletakan di atas meja kerjaku. Atau bahkan hanya ku simpan di dalam tas ku tanpa sesekali ku membacanya.

✅ Aku tak kuasa menahan air mata ini kawan, engkau memanggilku dengan sebutan “aktivis” ketika lalai ku membuat kalian merasa terzolimi. Lalai ketika tidak bisa menjalankan amanah di tempat tinggal bersama mu, atau lalai ketika tidak memerhatikan hubungan ukhuwah antara kita. Ya, karena aku terlalu sibuk dengan agenda-agenda dakwah ku di luar sana.

✅ Aku merasa diri ini tak pantas engkau  panggil dengan sebutan “aktivis” ketika kehidupanku mulai tak seimbang antara kegiatan organisasi dan
akademik. Padahal engkau selalu memerhatikanku. Tapi sepertinya aku bersikap acuh tak acuh hingga penyesalan itu kian datang. Dan berujung dengan keputusasaan.

✅ Aku merasa malu sekali kawan, engkau memanggilku dengan sebutan “aktivis” yang pandai menjaga hati. Padahal bisa jadi ketika aku bertemu dengan kawan perjuangan lawan jenis disana, hatiku terpaut tak menentu dan mengotori jalan ke-ikhlasan cintaku kepada-Nya. Bisa jadi engkau lebih pandai menjaga hatimu dari pada aku yang berbalut dalam organisasi dakwah ini. Bisa jadi ini hanya
topeng semata untuk menutupi busuk nya hatiku di hadapan mereka yang tak tahu.

✅ Aku sungguh sangat sedih kawan, engkau memanggilku dengan sebutan “aktivis hebat”,
padahal bisa jadi engkau lebih hebat mengatur waktu dan amalan yaumiyahmu dibanding dengan
diriku.

✅ Sudah cukup kawan, jangan panggil aku dengan sebutan “itu” lagi, jika aku hanya berlindung diri dalam kegiatan dakwah tanpa membenahi diri menjadi lebih baik.

Sungguh…

🔆 Ini bukanlah dakwah,Ketika amal yaumiyah mu terlalu berserakan di jalan. Hancur berkeping-keping.

🔆 Ini bukan dakwah,Ketika Bacaan Qur’an mu tak sampai satu juz perharinya dan engkau menggantinya dengan hanya berkumpul-kumpul saja tanpa arti. Atau kegiatan lainya yang sia-sia.

🔆 Ini bukan dakwah,Ketika engkau tak mau memperbaiki bacaan Qur’an mu dan menambah Hafalan Qur’an mu dengan alasan berjuta-juta kesibukanmu.

🔆 Ini bukan dakwah, Ketika amanah di dalam tempat tinggalmu terus kau lalaikan dengan alasan sering pulang larut malam karena rapat
disana-sini. Apa artinya bersinar di luar namun redup di dalam?

🔆 Ini bukan dakwah,Ketika engkau tak peduli dengan kondisi kesehatan dan akademikmu
sendiri. Padahal saudara-saudaramu sudah sering mengingatkanmu. Hingga kau menyesal
nanti. Dan terkadang menyusahkan saudara-saudaramu.

🔆 Ini bukan dakwah,Ketika hijab hatimu sudah sangat terkoyak, bahkan tak jarang kau sering
mengotori hatimu melalui cara berkomunikasi yang tak wajar dengan kawan lawan jenismu.
Atau bisa jadi membuat-buat alasan untuk koordinasi kegiatan dakwah.

🔆 Ini bukan dakwah,Ketika lingkungan sekitarmu tak kau pedulikan, bahkan I senyumanmu terhadap saudaramu engkau lupakan “Yaa Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘Ala
Diinik”“Wahai Zat yang membolak-baikan Hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu”

Sumber : dari grup sebelah

Sanlat DT 2014

Alhamdulillah… Allah selalu memberikan skenario indah dalam hidup ini. Selama 3 malam 4 hari saya diberikan amanah untuk menjadi fasilitator di pesantren kilat Daarut Tauhiid Bandung. Acara ini berlangsung di cikole, lembang dari hari minggu sampai rabu tanggal 28-31 des 2014.

Untuk kedua kalinya saya menjadi fasil dan untuk pertama kalinya di sanlat umum daarut tauhiid. Sebelumnya saya jadi wali adil di sanlat PAS ITB th 2012. It has been a long time. 🙂

Hari pertama saya berkenalan dengan adik2 akhwat kelompok 5 SMP. Adik2 yang luar biasa, karena masing masing mereka adalah pribadi yang unik. Mereka berasal dari keluarga kelas menengah keatas. Jadi bisa bayangin betapa katastrophe nya (istilah dosen saya untuk kekacauan = bencana) anak anak ini ketika berada jauh dari rumah dan orang tua mereka. Yang biasanya hidup enak dirumah, tempat tidur yang nyenyak dan makanan yang tersedia kapan pun mereka mau.

Mereka adalah adik2 yang unik, memberikan saya banyak pelajaran. Belajar untuk sabar, belajar untuk berbicara dengan bahasa mereka, belajar tegas, belajar menjadi lembut dalam tutur kata, belajar untuk memberikan teladan yang baik dan belajar untuk belajar lebih banyak.

Terimakasih untuk adik2ku, caca, adristi, adela, salma, vanya, aura, zahra, fani, lidya, alika, annisa rs, dan annisa siti.
Malam terakhir, ketika membuat bivack adalah malam yang ga terlupakan kali ya. Semoga adik2 manjadi anak yang shaliha nantinya. Aamiin 🙂

Bogor
Rumah anih

:))