Question

“Wie viel kostet das?” Tanya saya pada kasir di Kaufhaus terkenal wilayah münchen ini.
Si kasir pun menyebutkan nominal biaya yang harus saya bayar untuk blazer yang lumayan tidak murah bagi saya. Ketika membuka dompet untuk membayar, tiba tiba ada yang menepuk pundak saya dari belakang.
“Mimi, ini mimi kan?” Saya pun menoleh ke belakang mendengar nama saya disebut dengan menggunakan bahasa yang sudah cukup lama tidak saya gunakan selain ketika menelpon keluarga di Indonesia.
“Ah ya…” ucapan saya pun terhenti karena saraf otak saya sedang mengumpulkan informasi nama dan wajah untuk mengingat perempuan yang ada di depan saya.
“Maaf, siapa ya?” Dan saya pun gagal mengingat dan mengenalnya dengan kemampuan saya yang susah untuk mengingat wajah seseorang. Huft, payah.

“Dasar pelupa, aku ranti teman sekelas waktu jaman kuliah dulu. Ingat ga?” Akhirnya otak saya pun bekerja dengan normal. Ya, ranti teman sekelas ketika kuliah di kampus negeri di bandung. Ah, saya begitu merindukan bandung.
“Oh.. rantii.. apa kabar?” Tanya saya sambil berjabat tangan dan memberikan pelukan hangat ketika bertemu teman yang sudah lama tidak bertemu.
“Kabar baik. Untung aja aku ga salah orang. Kamu masih sama ya, tidak berubah” katanya sambil menatap ku dari ujung jilbab hijau ku sampai sepatu kets kesayanganku.
“Ya begitulah, apa yang harus di rubah, jika perubahan ini sudah yang terbaik” jawab saya agak aneh dan kesal.
“Kamu sudah sejak kapan pindah kesini?” Tanyaku
“Baru 6 bulan. Ikut suami yang pindah tugas ke jerman” katanya sambil menunjuk suaminya yang sedang memilah milah baju
“Baguslah, kalo begitu aku duluan ya. Masih ada pekerjaan” kataku buru buru sambil mengambil belanjaan yang sudah ku bayar. Aku pun meninggalkan ranti yang mungkin sedang bingung melihat perubahan sikapku.

Sebenarnya aku tidak bisa berdamai dengan hati. Walaupun sudah 6 tahun belajar dan bekerja di jerman, rasa patah hati itu masih ada. Ketika aku sudah mulai bisa melupakan, siapa sangka istrinya dan dia berada di kota yang sama denganku.

Mungkin aku harus pergi lagi

#ruang inspirasi
So random and awkward right?
Lol

Kuliah di Jurusan atau Fakultas yang Tidak Populer? Santai Saja!

So true. It depends on you.
Jangan menyesali diri. You have to move on 🙂
Dearest me..

a madeandi's life

Saat ngobrol-ngobrol dengan mahasiswa, saya ditanya terkait jurusan atau fakultas yang tidak populer. Singkatnya, mahasiswa ini merasa galau karena kuliah di tempat yang menurutnya tidak populer dan khawatir tidak akan bisa berperan optimal saat lulus nanti. Saya bisa memahami, pertanyaan seperti ini pasti juga disampaikan oleh banyak anak muda lain terkait jurusan atau fakultasnya. Ini jawaban saya yang sebelumnya disampaikan dalam bentuk kultwit di Twitter.

View original post 848 more words

It has been a while

it has been a month or more than it since i wrote and post a writing. haha…

My fool, my laziness, my crazy busy time that i took for several months and it’ll continue till this semester and end in june.

God, i hope i can  endure for that time. well,, i’ll try to write something silly either some worth it posts certainly. lol

Bye

Emergency Room

Beginning March