Ketika buat akun Path

Lupakan judul yang aneh di atas. Lupakan juga kalo saya orang yang aneh .  Hal ini menjadi renungan saya ketika saya baru bikin akun Path. Ini bukan karena saya terlalu gaul sampe ikut-ikutan bikin akun ini. Padahal saya cuman punya akun gmail, akun wordpress, akun Whatsapp, akun twitter, sama akun bbm dan akun telegram. Wow, banyak juga yah. Akun Facebook sendiri sudah saya hapus, karena facebook udah mulai basi. ga asik lagi bro. lol. Twitter untuk dapat segala informasi dan berita dengan mudah, gmail jelas buat email-emailan, wordpress buat saya curhat menulis artikel, cerita dll, bbm buat akun personal, whatsapp untuk rapat-rapat di grup yang udah ada puluhan banyaknya ==” , telegram untuk tasqif ODOJ MITI KM dan ngirim data kerjaan saya di MITI dengan lebih mudah. ini bikin telegram karena di paksa. asli males banget bikin akun telegram mah. dan terakhir, akhirnya bikin path juga karena banyak siswa saya yang minta akun path. ga mau bikin. Tapi akhirnya saya terpengaruh juga. hiks..

Nah, kembali ke Path. Kan saya haru nge add teman tuh. di situ saya bingung. karena saya  punya banyak sekali teman ga punya teman. Akhirnya saya nge add kakak dan sepupu aja. Saya bingung karena tidak punya begitu banyak teman yang di kategorikan sahabat dekat. Oke, mungkin banyak yang ngaku sebagai sahabat saya, tapi belum tentu ada pengakuan dari saya #parah #sorryteman. Kalo di hitung2 ga lebih dari 7 orang yang tahu hal-hal pribadi saya. Karena tidak semua orang yang bersedia untuk saya ceritakan sedikit hal dari bagian hidup saya. Aneh emang. Saya tidak bisa dengan mudahnya cerita secara gamblang bagaimana diri saya, keinginan saya, dan hal-hal yang berbau tentang diri saya sendiri. Saya sulit untuk memberi kepercayaan kepada seseorang. Di sini saya merasa entahlah. Untuk teman sebaya pun mungkin bisa di hitung beberapa, karena saya ternyata lebih banyak punya teman yang tidak seumuran atau lebih tua dari saya. Saya pernah satu kosan dengan mereka yang semuanya S2 ketika saya S1. teman KKN dengan mereka yang semuanya 1 tingkat berada di atas saya, partner PPL yang lebih senior, dan teman lingkaran yang #uhuk. Begitupun di MITI KM sekarang. saya paling junior dan umurnya paling muda ==” jadi deh di tindas mulu gue. hehe. Ini bukan berarti saya yang menempatkan diri seperti ini, tapi ini baru saya sadari juga, karena berteman dengan mereka saya merasa nyaman, aman, serta pembicaraan masa depan yang jelas dengan mereka, nasihat-nasihat yang selalu berarti bagi saya, dan sering motivasi dari mereka membuat saya semangat lagi. Bahkan sekedar hang out saya lebih sering mengiyakan dengan teman yang lebih tua dari saya di bandingkan teman sebaya. entahlah. teman sebaya selalu merasa mereka selalu benar dan selalu beradu argumen serta sama-sama memiliki ego yang tinggi.Tapi di situlah sensasinya, ketika saya di organisasi dengan seluruh partner saya adalah teman sebaya, ada banyak dinamika, dengan egonya, dengan gilanya, dengan kebaikannya, dengan semangatnya. dan ketika di organisasi lain dimana kita tidak semuanya sebaya, ada kalanya di bimbing selayaknya seorang kakak kepada adik, atau sering terjadi ketidak enakan terhadap suatu hal.

Beneran curhat ini mah. haha. udah ah. Bye!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s