When The Internship (PPL) almost Done

hai hai..

akhirnya setelah sekian lama membiarkan blog ini tidak terjamah, saya mau mem posting tulisan gaje yang memmang cuman saya sendiri yang bakaalan bavca. hehe

anyway, just a few of my friends that know this blog.

What is PPL?

i thought you knew what it is. you can called it internship. Iya, kalo di bahasa inggris in rada keren. bahkan kalo di pemikiran saya kayak magang di perusahaan kece kelas dunia. Tapi ini ga kalah keren. PPL itu, program pengalaman lapangan. Because i am a teacher wanna be loh ya 😀

Background kuliah saya kan di pendidikan, dan salah satunya harus ikut magang ini atau PPL. ini adalah hal yang tak akan pernah terhindarkan dalam hidup mahasiswa kependidikan. #sigh

When the PPL begin.. 

Sebenarnya tidak ada yang spesial. Hanya saja pikiran saya campur aduk. Ngeliat pengalaman jaman masih muda, jaman sma. dimana guru PPL itu adalah korban yang empuk bagi kita-kita untuk melaksanakan program belajar mengajar dengan tidak semestinya. Okay, mungkin kata kita nya di ganti dengan teman-teman saya yanglain. saya ga ikutan yah. Kan anak baik. haha.

Dulu pernah ada guru PPL bahasa Ingris yang sampe nangis gara-gara kita. siswa siswi kelas XI IPA 1 yang konon katanya anak paling baik, paling pinter, paling supel, paling banyak yang pengen ngejadiin temen #eh , paling juara deh. Dan kita bikin si miss xx ini jadi sebel ke kita kan. Waktu itu si ibu ngejelasin materi, tapi kitanya banyak ngobrol. apalagi di kursi anak laki-laki yang ngobrolnya paling kenceng, di tambah ada geng beautiful is death (geng mati karancak an) yang ngobrolnya ga berenti2. #maapingueyahguys 😀

begitulah cerita singkat dari si ibu bahasa inggris. Bukan karena kita pada pinter bahasa inggris, tapi emang anak umur segitu pada bawel sih. Tiap hari kita juga di kasih materi yang mengunakan bahasa bilingual. pelajaran kimia pake bahasa inggris dan indo. biologi, fisika, matematika. gimana ga puyeng tuh.

Beruntung dapat guru-guru yang pinter ngejelasinnya dan temen-temen yang ga pelit bantuin saya sendiri untuk memahami pelajaran. mungkin akan saya buat satu post untuk kelas ajaib ini. *jadi nostalgia deh

And, The facts are…..

Dan faktanya, PPL itu ada suka dan dukanya. Rasanya nano-nano. di awal karir   praktek mengajar ini saya dan teman-teman observasi dulu. liat cara ngajar si guru-guru yang udah ngajar selama hampir setengah abad itu. Di kampus sendiri udah pernah micro teaching gitu. tapi tetap aja berbeda.Totally different.

Saya dapat 3 kelas mengajar, X MIA 1, X IIS 3, dan satu kelas peminatan gabungan kelas XI MIA 2 dan XI MIA 3. Team teaching sama Frau melga. Saya beruntung partner sama ibu heboh satu ini :D. Mengajar X MIA 1 itu biasa aja awalnya. anak2nya kritis, banyak nanya, menyenangkan. tipe anak kelas saya di jaman sma  dulu di IPA 1. tuh kan, nostalgia lagi. Tapi kesini-sininya mulai keliatan watak anak2 ini. ada yang males2an, ga dengerin kata2 saya. ada sebagian yang sengaja ijin keluar terus ga balik lagi sampe jam pelajaran abis. Yang perempuan ngadu ke saya, si A beginilah, si B begitulah. Pernah suatu kali saya menasihati mereka dan yang perempuan malah ga terima dengan sikap saya yang ga tegas memberi hukuman konkret kepada mereka. Okay, saya sadari ini kesalahan saya. Thanks girls. Yang pada akhirnya, anak2 yang “kurang mematuhi aturan” tersebut meminta maaf sendiri kepada saya. ini yang memang ingin saya bangun. mereka menyadari apa kesalahan mereka, tidak membenci guru mereka sendiri dan berjanji tidak melakukan kesalahan yang sama di lain waktu. I knew they were good boys and good girls. They just can not choose their best teachers. But the Teachers have to give their best. Dan pada hari terakhir saya mengajar, saya minta maaf dengan segala kesalahan dan kekurangan saya pada mereka. sedikit mengharukan. emang. Ketika baca pesan dan kesan yang mereka tulis, berhasil bikin saya ketawa kayak orang gila, netesin air mata haru dan keteguhan hati untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Tentang X IIS 3. Ini emang kelas yang saya antisipasi dri awal. dan benar saja tebakan saya benar. Ini kelas rame. Rame dari berbagai hal. Yang paling suka berisik, seenaknya, suka nyanyi lagu pas KBM seenak jidat, dari lagu si sule sampe lagu barat yang ga saya tau. Kelas ini yang bikin saya tahu apa itu “baper”, game Get rich, dan lagu elie goulding “love me like you do”. Kelas ini lebih dari nano-nano kali yah. Ga bisa di baikin. harus di tegasin. Ada yang suka nge fotoin orang lain, nge videoin, anak2 keren OSIS  juga ada disini, yang jago basket ada, yang padus ada, yang pinter ada, yang jago ngelucu banyak.haha. Intinya kalo ngomongin kelas ini antara ketawa dan ngurut2 dada sama kelakuan mereka. Tipe anak2 yang bebas, tapi bikin saya khawatir juga.

Kelas peminatan itu, yang milih mata pelajaran bahasa Jerman sebagai peminatan mereka. Udah ah, kelas ini terlalu baik. Anak2nya anak idaman para orangtua lah. ga macem-macem kayak dua kelas di atas. Walau ada satu anak yang terkadang di asingkan, tapi ni anak lucu banget. Antara kasian tapi dianya happy aja dengan dirinya. Salut.

Almost finished…

Akhirnya tinggal 1 minggu lagi saya PPL dan harus di kejar ini skripsi. Saya mulai nostalgia dengan sudut kelas, sudut sekolah yang setiap minggu di datangi, segala hal yang telah terjadi. Dan ga nyangka ternyata hampir selesai. Hah. Sedih dan senang. Mix. Dan banyak hal yang saya pelajari. Semoga aku, kamu, kita, dia dan mereka are getting succeed. Aamiin

Inspiration Room

Bandung

IM, 10:27 am

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s