Berinteraksi dengan Lawan Jenis, by Ust.Nouman Ali Khan

Resume yang saya tulis setelah menonton ceramah Ust. Nouman Ali khan di Youtube Quran Weekly terkait interaksi dengan lawan jenis. Further Info about Quran weekly, you can type on searching column : “Quran Weekly” or “Nouman Ali Khan” I recommended his Speech and Khotbah. Hopefully it is useful ^^

Hal yang menarik telah Allah jelaskan dalam Surat Al-Qasas (28;23). Allah SWT membicarakan perjalanan Musa a.s. yang mengagumkan dalam surat ini. Ketika Musa a.s. melarikan diri dari Mesir setelah tanpa sengaja membunuh seseorang dengan meninjunya. Dia akhirnya sampai ke Sungai Madian. Dia ke arah sungai Madian dan menemukan sekumpulan orang sedang memberi minum domba-domba mereka disana. Dan disamping mereka, di puncak bukit, dia melihat dua wanita. Dia melihat dua wanita yang sedang menarik domba-domba mereka karena domba tersebut bergerak mendekati sungai. Dan Musa a.s. melihat dari jauh dengan keheranan karena kedua wanita itu kesusahan dengan domba mereka, sedangkan orang lainnya dengan nyaman memberi minum hewan mereka disungai. Jadi dia menghampiri keduanya dan berkata “Ada yang bisa kubantu? Apa yang terjadi?”

Disini sudah ada pelajaran yang berharga. Laki-laki harusnya punya “hayya” (kesantunan), laki-laki seharusnya menjaga lidah dan mata dan sebagainya. Tapi ketika seseorang sedang dalam masalah, tidak ada salahnya kita menolong dan berkata “Ada yang bisa kubantu?”

Tapi kita harus memperhatikan diri sendiri. Jadi tidak boleh berbicara melampaui batas dan menggoda mereka. Cukup mengatakan “Ada yang bisa kubantu?”. Dan mereka menjawab: “Kami tidak bisa memberi makan domba kami sampai domba-domba milik orang lain selesai” (Al-qasas: 23)

“ada banyak laki-laki disana. Dan kami tidak ingin berselisih untuk memberi makan domba-domba kami. Jadi kami akan menunggu sampai mereka semua selesai meskipun ini butuh waktu sampai sore, dan pada akhirnya kami akan memberi minum domba kami”

“I bring this up because this is a really cool example in the Quran of the woman and in the work place” said Ust. Nouman Ali khan (Saya sendiri baru menyadari ini memang contoh yang luar biasa dan terkandung dalam Quran surat Al-qasas. Masya Allah)

Mereka menjelaskan “Ayah kami sudah tua. Dan karena dia sudah tua maka dimengerti bahwa ayah kami tidak bisa bekerja lagi. Dan dia hanya punya dua orang putri. Jadi mereka berdua harus bekerja. Ini terjadi pada banyak orang, karena situasi ekonomi, karena situasi keluarga, entah karena perceraian, karena meninggalnya suami, karena hanya ada seorang wanita si rumah yang mengurus keluarga dan orang tua yang sudah renta sehingga mereka (Wanita) yang harus bekerja. Ini bukan sesuatu yang dilarang agama kita. Quran sendiri membicarakan hal ini. Tapi ada etika yang disebutkan. Apa yang menakjubkan tentang kedua gadis ini, mengajarkan tentang kesantunan, krena kita berada di tempat kerja maka akan ada standar. Standar hayya, standar rasa malu, standar kesantunan. Ini mungkin tidak nyaman, sebagaimana mereka juga tidak nyaman, tapi pada akhirnya prinsipmu tidak boleh dilanggar.

Masya Allah… Cerita yang menarik dan ini berasal dari Quran sendiri. Maha Besar Allah. Ada beberapa poin yang saya ambil dari Tafsir surat Al-qasas ayat 23 ini:

Pertama, interaksi antara lawan jenis. Antar laki-laki dan perempuan. Dalam surat An-Nur ayat 30-31 sendiri telah ditegaskan bahwa laki-laki untuk menundukkan pandangan, hal ini pun berlaku untuk perempuan. Dua orang gadis penggembala ini untuk menjaga diri mereka, mereka bersedia untuk menunggu sampai “all men” semua penggembala lelaki yang sedang memberi makan ternak mereka selesai walaupun harus menunggu sampai sore. Keteguhan dan prinsip yang mereka pegang adalah untuk menjaga diri mereka sebagai perempuan. Dan ketika Nabi Musa a.s. datang pun beliau menanyakan dengan kesantunan. Tidak ada interaksi yang berlebih-lebihan.

Kedua, ketegasan dua gadis ini dan kesantunan mereka dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Hal ini benar-benar menyindir realita yang ada sekarang. Dalam dunia sosial media sekarang, begitu mudah untuk berinteraksi antar lawan jenis. Bahkan dengan mudah nya chat secara pribadi. Saya atau mungkin Anda pernah terjebak dengan kemudahan komunikasi ini. Sehingga tanpa kita sadari kita telah berkhalwat, yang dari awalnya diskusi atau rapat sampai chatting hal pribadi yang tidak begitu penting. Istilah “Akhwat centil” atau “ikhwan genit” pun bermunculan, seakan menampar kelakuan mereka yang di depan umum banyak berperan sebagai Da’i dan Da’iyah. Astaghfirullah. Semoga kita selalu dilindungi Allah. Maka, tunjukkan lah ketegasan kalian wahai Muslimah. Bukan berarti galak, tapi memegang teguh prinsipmu dan menjaga akhlakmu.

Ketiga, peran seorang perempuan dalam dunia kerja. Hal yang tidak kita pungkiri apabila wanita menjadi tulang punggung keluarga karena sebab ini dan itu. Maka jagalah kesantunan, rasa malu dan bagaimana berinteraksi dengan non-mahram.

“That was very beautiful, you know in such a small words”

Ini adalah kisah yang indah, dalam beberapa patah kata menggaris bawahi beberapa prinsip moral dan etika yang sangat berharga tentang interaksi antara pria-wanita di tempat kerja.

Semoga kita selalu dilindungi Allah SWT. Aamiin.

Inspiration Room – BDG

Ikrimmah 17.09.15

Advertisements

One thought on “Berinteraksi dengan Lawan Jenis, by Ust.Nouman Ali Khan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s