“SEKERIPSI”

A note from my Bestie in Padang. Thank you ukhty tacinto ^^ 🙂 Beko wak bakodak-kodak pakai toga batigo yo ukht :p

Saya mah gitu orang nya, random parah. Setelah stress seharian dengan segudang aktivitas yang benar benar menguji kesabaran, kini pukul 2:25 am saya masih gentayangan dengan leptop hijau lumut yang sedang penyakitan T.T

Begini kisahnya, beberapa jam kedepan adalah deadline pengumpulan proposal untuk mengambil nilai UTS mata kuliah seminar. Kongkretnya ini adalah wujud ide yang berhasil menifiskan saya lahir batin. Setelah ujian yang bertubi-tubi, memulai sejak Maret, ganti fokus dan dosen pembimbing sampai pada gonta ganti judul udah khatam semua. Pertengahan Agust saya bahagia karena optimis saya dapat seminar pertengahan bulan ini, but the fact told that, sampai hari ini saya masih berputar-putar pada bab judul, bab I dan II, hingga akhirnya ide saya mengerucut pada bahasan tentang metafora dalam diskursif politik yg ditemukan dalam pidato Tonny Abbott untuk kasus duo bali nine, setelah proses yang berliku dan cukup hancur babak belur, akhirnya saya mantapkan menulis ini. Pantaslah teman-teman yang sudah bergelar terlihat begitu gembira dapat tertawa lepas beberapa menit setelah keluar dari ruangan kompre, Now, I know how is it feel. Bahkan saya sempat berpikir dapatkah saya menamatkan pendidikan S1 saya dengan ini? Ekstrimnya ada pula yang mengatakan kalo bunuh diri itu gg dosa, gua mending milih bunuh diri dari pada harus ngelanjutin ini. Satu hal yang menjadi pengobat bagi mahasiswa tahun akhir adalah kehadiran orang-orang yang satu rasa dan memilik suka duka sama, sama-sama berdarah –darah, bersusah letih, bergalau ria dengan sidia bernama skripsi.

Tapi tenang lah kawan kita tidak sendiri, ada waktunya kita wisuda akan ada masanya kita memakai toga 😀 InsyaAllah, tentunya harus dengan usaha. Kerjakan-kerjakan dan kerjakan saja, mau sebodoh apapun itu, selepasnya serahkan pada Allah biar Allah yang memainkan perannya, pertolongan dari sudut-sudut yang tidak kita duga-duga. Selama kita yakin, mau berusaha InsyaAllah tidak akan sia, seperti pengalaman saya dan beberapa teman, menurut saya kekuatan terbesar itu hadir saat kita merasa sudah berada di titik terlemah kita. Bagi saya, kita ibarat pendaki dengan mata tertutup yang “jika mau” berjalan akan sampai pada puncak, tapi keterbatasan membuat kita tidak dapat mengukur kapan wktunya puncak gunung itu akan tertakluki. Ibarat kuliah, pasti ingin mendapatkan gelar, sebelum dapat gelar pasti harus menempuh beberapa SKS dulu. Nah sekarang, sudah berapa SKS yang telah kita lewati? Saya yakin, jika telah sampai di tahap ini perjalanan tidak jauh lagi teman, kenapa ia terasa semakin berat karena kita sudah mendekati puncak teman, wajar merasa letih dan lemah, karena kita pendaki yang akan segera menakluki. Wajar saja merasa lelah bahkan sampai menagis berdarah-darah, bukti bahwa selama ini kita memang sedang “bergerak” hingga dapat merasakan terengah-engah. Maka jika aku lemah kawan, dan engkau telah berjalan selangkah didepanku, tariklah tangan ku untuk bersama menyudahi pendakian kita ini, seperti dulu, saat kita sama-sama memulai langkah di tahun satu. Percayalah tidak ada gunung yang terlalu tinggi, jurang yang terlalu dalam. InsyaAllah selama kita optimis dan masih mau melangkah dengan sisa-sisa tenaga yang ada Allah akan menjadikan kita kuat dn mendatangkan pertolongannya dari arah yang tidak kita duga duga. Yakinlah dengan pertolongan Allah pada orang-orang yang mencari ilmu, ketidakberdayaaan kita enunjukkan bahwa kita membutuhkanNya dan sebagai bukti bahwa DIA lah pemilik kuasa atas segala sesuatu. Tinggal yakin, yakin, dan yakin pada pertolonganNya, karena janji Nya tidak pernah ingkar kawan, “sesungguhnya setelah satu kesulitan itu akan ada dua kemudahan” bayangkan jika ada lima kesulitan tentu akan hadir sepuluh kemudahan setelah ini. Hitung-hitungan matematisnya semakin banyak kesulitan semakin banyak kemudahan. Ayolah kawan kita sudahi bersama perjalanan ini.

#menyongsongtogadiFebruari
*Tulisanini dibuat terkhusus untuk saya dan sahabat-sahabat tercinta yang sedang terengah-engah bersama, terimakasih telah membersamai pendakian ini teman, saatnya kita taklukan puncaknya. Sebelum memulai petualang selanjutnya 😉
Wednesday, sept, 30, 2015
Padang 03:AM

By NPerlin to  Ichen Ipit

Advertisements

One thought on ““SEKERIPSI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s