A Letter to 1 Jan 2017 Myself

Teruntuk dirimu ikrim di satu tahun mendatang. Satu tahun belakangan ini selama tahun 2015 telah terjadi banyak hal. Belajar hal-hal baru melalui PPL sebagai guru bahasa Jerman selama kurang lebih 5 bulan. Menjadi bagian dari pejuang ilmy di MITI KM dan belajar banyak hal mengenai profesionalitas dan kerja cepat walau jarak yang berjauhan. Menghadiri banyak acara wisuda dan pernikahan sahabat terdekat dan turut berbahagia akan hal tersebut. melalui berbagai masalah dan kesenangan, tekanan, kontrol emosi, jatuh bangun mengejar impian dan iman yang terlalu sering naik turun. Melakukan perjalanan yang menyenangkan bersama teman-teman, perjalanan singkat dan jauh untuk pulang dan pergi ke pariaman-bandung. Dan di akhir tahun kembali diberi hidayah untuk memulai kembali belajar Tahfidz dan mengkaji Tafsir Quran. Memang, tidak ada kata terlambat. Diberi kesempatan kembali untuk menjadi Kakak Fasilitator di Sanlat DTI Akhir Tahun 2015. Juga mendapat kesempatan untuk magang di Kantor DTI membantu teh Ratna serta berkenalan dengan para bapak2 dan teteh2 luar biasa di DTI yang banyak memberi saya petuah juga mengenai kerja cepat, disiplin serta candaan yang menyenangkan. Terakhir, semangat yang harus selalu on fire im, untuk tugas akhir yang tinggal sedikit lagi selesai. Kamu bisa!!

For you, 1 Jan 2017 Myself:

  1. Jangan pernah merasa insecure terhadap dirimu sendiri. Believe on yourself that You are important too.
  2. fokuslah pada kerja dirimu, bukan kerja orang lain. Terkadang terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain malah melalaikan kerja diri sendiri
  3. Betul sekarang terasa berat untuk menyelesaikan skripsi yang terasa tak kunjung selesai. Tapi percayalah semua akan selesai asal RAJIN dan DISIPLIN. Kata Herr Ending juga “Skripsi akan selesai jika dikerjakan” So, buang jauh-jauh pikiran “ah, males” ; “Ntar aja deh” Besok aja deh” ; “Minggu depan aja deh”. You know, that’s all a shit thing. Don’t you ever let shaytan influenced you!!! Stay Strong dear Skripsi Warrior myself. Don’t look down to yourself.
  4. Larilah. Dan Kejar mimpi-mimpi yang ada di Bucketlist yang sudah kau rancang akhir tahun kemarin. Bukan dengan tidur, tapi dengan usaha yang keras. Semakin tinggi mimpimu, semakin berdarah-darah lah usaha perjuanganmu. Jangan manja, jangan malas, jangan lelah dan jangan menyerah.
  5. Kejarlah mimpi S2 ke Heidelberg University, Germany. Itu mudah jika usaha yang sebanding. Karena usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Raih beasiswa dan lakukan persiapan mulai dari sekarang. Karena akan menghabiskan banyak uang, tenaga, pikiran dan waktu. Jadi janganlah menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Hanya orang bodoh yang membuang kesempatan!
  6. kamu tidak tahu kapan waktumu berjodoh dengan kematian dan berpisah dengan kehidupan dunia. Maka, jangan pernah lupa dan lalai dalam sholatmu, ibadahmu, karena mati dan hidupmu hanya untuk Allah. Bukan untuk orang yang melihatmu. Bertobat selalu, dzikir selalu, mohon ampunan selalu dan tawakkal atas usaha dan doa.
  7. Jangan jadi bagian dari kaum muda yang galau. Please, jangan terjebak pada obrolan ngalor ngidul terkait pernikahan dan jodoh, karena itu kebanyakan membuang waktu dan menjadikan manusia berandai-andai. Jangan jadi bagian dari shaytan dengan berandai-andai terhadap masa depan atau masa lalu yang sudah berlalu. Serahkan semuanya pada Dzat Yang Maha Mengatur. Tidak usah khawatir dengan hal tersebut jika dirimu telah paham hakikat dari hal tersebut.
  8. Jangan lupa untuk tilawah, baca tafsir, tambah hafalan, amalkan dan bagilah. Jangan pernah pelit untuk berbagi ilmu. Ilmu semakin banyak di bagikan maka semakin berkah. Itulah berkah menjadi guru, pendidik.
  9. Hei, kau bilang ingin ke tanah suci, maka ikhtiarlah dengan belajar manasik haji, dengan menabung dan terakhir teruslah berdoa, berdoa dan berdoa.
  10. Perbaiki selalu etika dalam berbicara, senyum, salam, sapa, sopan, santun. 5 kunci dalam beradab, dan untuk setahun ini kamu sudah tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik ikrim. Ya, semuanya bisa berubah. Walau masih ada terlihat si ikrim yang introvert, yang susah untuk memulai pembicaraan, yang gemetar ketika berbicara di depan umum, yang selalu sakit perut ketika deg-degan dan panik,  yang dulu suka mensugesti diri sendiri bahwa dirimu tidak bisa melakukan hal dengan baik. STOP! Maka sekarang berubahlah sedikit demi sedikit. Kamu sudah menemukan teman dan guru terbaik disekitarmu, belajarlah dari mereka. You’re worth it too iim.
  11. 1 Tahun mendatang bisa jadi dirimu bukan di bandung, bisa jadi sudah mengabdi di daerah asal, bisa jadi di jakarta, bisa jadi sedang minum cafee latte di pingiran cafe di Hamburg, atau sudah bukan di bumi lagi? Who knows?

and last, remember this:

Nikmat Allah lebih banyak daripada keluhan kita…

Hidayah-Nya lebih mahal daripada kehilangan kita…

Ampunan-Nya lebih besar daripada dosa kita…

(Salim A Fillah dalam Lapis-Lapis Keberkahan)

Have A blessed Life Ikrim.

From 12 Jan 2016 Yourself

Bandung 1.05 am. Disela revisi Bab 2.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s