Quran Fighter

Dahulu kami meninggalkan Al-Qur’an,” ujar seorang bapak dari keluarga Syamallekh di Masjid Syaikh ‘Ajleyn sebakda Subuh ketika kami ber-halaqah Qur’an.”Maka Allah pun mencampakkan kami dalam kehinaan di kaki penjajah zionis. Kami terjajah, tertindas, dan hancur; lalu mencoba mencari pegangan dalam gelap, harta, kedudukan, senjata. Tapi itu semua hanya membuat kami kian terpuruk. Kini kami kembali pada Kitabullah; alhamdulillah, kami bisa berdiri tegak, berwajah cerah, dan bersemangat dalam perlawanan seperti kalian saksikan”

(Salim A Fillah pada Lapis-Lapis Keberkahan hlm. 341)

Menjadi penghafal Quran pernah terbersit suatu waktu di benak saya. Ya, mendengar cerita-cerita heroik para penghafal quran. Apalagi kisah para saudara muslim palestina yang menghasilkan para pejuang quran di tanah para nabi tersebut. Namun yang namanya berandai-andai, tidak ada yang benar-benar terealisasikan.  Cuman ada rasa ‘ingin’ saat itu juga dan langsung hilanglah hasrat tersebut ditelan oleh kegiatan-kegiatan dan kesibukan yang sebenarnya tidak begitu penting dibandingkan berdekatan dengan quran dan bermesraan dengan Rabb.

Pada awal kuliah saya sering diajak oleh kak Yosi, kak Eka dan Kak Azza untuk mengikuti Tahfidz di Rumah bunda Hani. Disana kami belajar tafsir serta hafalan alquran. Saat itu saya baru menjadi follower, sehingga tidak menjalaninya dengan intensif. Bisa dibilang saya malah menyia-nyiakan kesempatan luar biasa tersebut. Karena waktunya sabtu pagi jam 7-9 am, sering bentrok dengan kegiatan kampus serta tutorial, saya pun tidak pernah menyediakan waktu untuk datang ke tahfidz.  Sehingga hafalan saya pun tidak maju-maju. Malah mengalami kemunduran karena jarang saya murojaah. Astaghfirullah.

2 Bulan belakangan ini saya diingatkan melalui berbagai kejadian. Diawali dari hafalan keponakan saya, Yasmin, yang mengalami kemajuan. Saya merasa malu, karena saya yang mengkoreksi hafalan bocah ini. Walaupun dia belum memahami makna dari hafalannya, tapi ini adalah langkah awal yang baik untuk membangun generasi qurani. Baru kelas 2 SD sudah memiliki banyak hafalan. Saya waktu kelas 2 SD baru tamat Iqra malahan. Hafalannya masih 3 Kul dan al-fatihah.

Lalu membaca blog-blog yang memuat artikel mengenai motivasi untuk menghafal Quran, Yaitu di Jalan Penghapal mengenai tekad dalam menghafal Quran tentang Menguatkan Azzam dan artikel dari Mba Hening tentang Motivasi menghafal qur’an dan Tausyiah Menghafal Quran. Semoga para penulis diatas selalu diberkahi oleh Allah dan tulisannya menyebar luaskan semangat untuk menghafal quran. Bagi saya ini salah satu jalan bagi Allah untuk mengingatkan saya kembali.

Dan terakhir adik binaan saya yang luar biasa sekali. Saya banyak belajar dan berkaca pada adik satu ini. Sholehah, hafalan yang terjaga serta budi pekertinya yang sopan santun. Hafalannya sudah hampir sebagian alquran dan terjaga. Saya malu banget berada di posisi seorang kakak, guru dan mentor. Ah, saya banyak belajar darimu dik, yang begitu lemah lembut, humble dan memiliki kepribadian yang menyenangkan.

Dengan Hafalan quranmu bisa mengantarkan orang tuamu pada kemuliaan.  Mereka bisa memberikan mahkota & jubah kemuliaan kepada org tua kita. Ntar, orangtua kita bingung, “Masya Allah, ini dari siape?” Malaikat jawab, “ini berkat dari hafalan Qur’an anak mu.”

Masya Allah… Berkali lipat kebahagiaan yang didapat dari menghafal quran. Kalo kata ust. Salim, Berlapis-lapis keberkahan yang di dapat. Dari cuplikan artikel Mba Hening di atas pada Tausyiah Menghafal Quran, ini ada beberapa tips untuk menghafal Quran:

– Karena Quran dan maksiat tidak bisa disatukan dalam satu hati. Apabila kita ingin mendekati Quran, jauhi maksiat
– Al Quran adalah kitab yg paling mudah dihafal
– Cara termudah utk menghafal, baca terus tiap hari

Saya pun sedang belajar. Semangatnya lagi on fire. Sudah kembali gabung dalam komunitas tahfidz di rumah bunda hani. Bunda hani juga punya banyak cerita mengenai perjalanan beliau menghafal quran. Apalagi bunda  yang seorang insinyur pesawat suka pergi ke Paris, Perancis untuk urusan pekerjaan. Beliau memiliki banyak tantangan dalam dakwah bersama rekan-rekan bulenya. Alhamdulillah, nikmat yang tak terhingga dikelilingi saudara seiman yang sholehah, baik dunia nyata dan di dunia sosmed. Semangat juga teman-teman Quran Fighter!!

Ikrimmah – Bandung

 

Advertisements

6 thoughts on “Quran Fighter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s