Mereka yang sederhana

Malam minggu kemarin diajakin si adit nonton bareng di club Film Salman ITB yaitu Film  sherlock Holmes: The Abominable Bride yang katanya ngehits banget. Karena saya bukan fans sherlock holmes, jadi saya ga ngerti jalan cerita dan hal-hal yang berkaitan dengan sherlock holmes kecuali yang disebut-sebut sama sinichi kudo dalam komik detective conan. FYI, saya penggemar komik detective conan dan penggemar kaito kid. Ga nge fans banget sih, cukup suka aja sama karakter mereka yang nyantai tapi serius dan jenius banget. Semua orang pasti suka sama sama kepribadian seperti ini. wkwk.

Intermezzo nya kepanjangan. Kebiasaan. lol. 

Beres dari nonton itu, sambil nunggu maghrib kita ngobrol ngalor ngidul dan sampailah pada pembicaraan teman saya yang abis dari kondangan yang katanya mewah banget. Nah, lanjut ke ngobrolin teman-teman dia yang di pesantren yang mana juga teman saya, yang bisa dikatakan mampu dan anak orang kaya banget. “Eh im, lu tau gak kalo si L itu mak babenya kaya lho, dan dia ga sombong. Keliatannya biasa-biasa aja. Temenan juga sama siapa aja”. “Trus si K yang ketua XXX, gadget nya kan ganti terus, anak pejabat, tapi mau-maunya ngekos bareng kita-kita di kosan yang sempit”

Saya pun hanya tersenyum. Saya kenal dekat dengan dua orang yang disebutkan itu. Dan memang betul mereka begitu bersahaja. Padahal mereka bisa saja ngekos sendiri di kosan dengan fasilitas lengkap seharga 12 juta lebih pertahun. Mereka punya kendaraan,namun kendaraannya tidaklah berlebihan asal cukup untuk bisa dipinjamin oleh teman-teman untuk kepentingan dakwah juga. Dan mereka juga nomor satu dalam sedekah dan infak. Ada yang selalu mengawali harinya dengan sadaqah terlebih dulu sepulang sholat subuh. Dengan hartanya mereka dengan murah hati membantu teman yang butuh bantuan.

Ah, saya merasa iri dengan kebaikan-kebaikan mereka. Mungkin jika saya di posisi mereka, bisa saja saya terlena dan bakal nge-hedon sama teman-teman yang suka nge-hedon juga. Tapi mereka tidak terlena dengan itu. Mereka tidak terlena dengan dunia, bahkan menjadikan harta tersebut untuk mempermudah langkah mereka menjadi hamba yang dicintai Allah. Memang benar kata seorang ulama mesir ketika dicegat oleh seorang yahudi yang protes dengan harta yang dimiliki oleh si ulama, “harta  adalah penjara bagiku di dunia, karena bisa melenakan dari beribadah kepada Allah. Sedangkan engkau tidak memiliki harta di dunia, maka ini sesungguhnya lebih engkau senangi daripada azab neraka yang lebih pedih dari kemiskinan yang engkau jalani sekarang”

Semoga kita menjadi hamba yang penuh syukur. Aamiin.

Ikrim – 1.2.2016 – Bandung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s