Curhat: Haji, Study, Tahfidz dan Kematian

This is random thought(s).

Saya suka curhat. Tapi curhatnya melalui tulisan. Sebagian orang yang kenal saya tidak pernah tahu apakah saya sedang  ada masalah atau tidak. Saya sangat jarang menceritakan kehidupan pribadi saya ke orang lain. Tapi sebaliknya teman-teman saya suka banget cerita kisah hidup mereka ke saya. Katanya sih “enak im, cerita sama kamu. soalnya kamu bisa pegang rahasia” atau “kamu orangnya pengertian im, suka ngedengerin dan ngasih solusi juga”. hey hey, itu yang terlihat aja sih. Terkadang saya gatel juga pengen ceritain ke orang lain atau kadang saya juga males ngedengerin, makanya saya diem aja. Padahal pikiran saya lagi ngurusin masalah saya yang bejubel juga. huks.

Tapi alhamdulillah, semoga saya bisa menjaga amanah prasangka mereka yang baik kepada saya. aamiin. Sejujurnya, saya sangat tidak suka mencampuri kehidupan orang lain. Karna kehidupan saya sendiri masih berantakan. hihi.

Udah ah intermezzonya. kebiasaan nulis sesuatu yang ga ada hubungannya sama judul yang ditulis. Namanya juga gaya bebas. Suka suka gue :p

Tentang Haji,-

Suatu malam, saya keluar kosan untuk nyari makan. Tapi ga mau makanan yang berat, alhasil beli roti bakar yang enak kalo dimakan di malam bandung yang selalu dingin menusuk. Sebelum saya memesan, sudah ada yang memesan juga. 3 orang santriwati Daarur Tauhiid yang terlihat c=dari slayer yang mereka pakai. Masih baru lulus smp kayaknya. Saya pun mendengar obrolan mereka. Satu orang yang mendominasi pembicaraan ternyata sedang asik- asiknya mengobrol mengenai pengalamannya yang baru pulang dari umrah sama orang tuanya. Libur sekolahnya pergi umroh dong. Ya Allah T.T

“Gimana perasaan kamu pas pertama liat kabah?” celetuk salah satu temennya yang berbadan kurus.

“Gatau kenapa, perasaannya seneng dan campur aduk. Betah banget disana. Gamau beranjak dari sana” Kata si santri ini

Hati saya langsung berdesir. Entah kenapa, dibanding rasa iri dengan nikmat yang diperoleh si santri tadi, saya lebih merasakan kerinduan. Ya, rindu untuk dapat menginjakkan kaki ke tanah suci. Kalian tahu kan, rindu itu ada kalo kita pernah ketemu. Ibarat saya dari kecil di kelonin sama papa, trus saya merantau ke bandung. Jadi wajar dong kalo papa suka minta saya pulang, yang berarti beliau rindu dengan anak gadisnya ini. hoho. Nah, ini yang saya rasakan. Teman liqo saya yang pernah umroh juga bilangnya persis sama kayak si santri tadi. “Betah banget disana. Ga pengen balik lagi ke indonesia. damaaaaiii banget.”

Dan perasaan itu baru hadir sekarang. Iya, dulu kalo ada kabar orang mau pergi haji atau umroh ya bodo amat. Ga sekeren mereka yang pergi ke amerika atau  mereka yang keliling eropa. Sekarang berasa baru digetok kepala ini sama malaikat mengenai banyak hal. kehidupan dan kematian. Iya malaikat, manusia yang berhati malaikat. Dan itu tersebar dimana-mana, halaqoh, majelis ilmu, mereka yang biasa, tapi luar biasa tulisannya (para blogger sholeh/ah). Hidayah itu memang wujudnya berbagai rupa yah.

Rindu ini semoga bisa terobati. Umroh dan haji. Tadi stalking instagramnya aagym dan aa’ posting foto di makkah. Sekarang sedang ngelaksanain umroh di sana aa’nya. Masya Allah, orang sholeh rejekinya mah emang ga disangka dari mananya. aa’ juga posting foto masjid nabawi dan bikin kepsyen

Saat sepertiga malam terakhir di masjid nabawi… Yaa Alloh undanglah sahabatku ini, jamu di tanah suciMu… Amat mudah bila Engkau menghendaki… Kabulkan yaa Robb”

aamiin. Allahumma aamiin. Saya pun berdoa agar bisa berangkat haji di usia muda, di usia saat fisik saya masih kuat untuk beraktivitas berat. Semoga. Aamiin. Di usia tua pun tidak mengapa, bisa jadi harapan saya untuk mengikuti jejak almarhumah mama yang menjemput ajal ketika berhaji. Semoga syahid. aamiin :’)

Tentang Study,-

Masa depan. Minggu ini tema saya dan teman-teman dalam obrolan tidak jauh dari masa depan. Pasca kampus mau kemana? Saya khawatir dan masih bingung mengenai kehidupan setelah saya sarjana. Tentang lapangan kerja, tentang kompetensi saya yang pas-pasan. Tentang pilihan-pilihan yang terbuka lebar. Awalnya saya ingin sekali untuk melanjutkan S2 di Jerman bidang literatur/linguistik atau di bologna university italia mengambil bidang european studies. Tapi saya harus mempersiapkannya selama setahun, beasiswanya, essay, sertifikat bahasa dan banyak lainnya. Saya juga butuh dana yang besar untuk biaya daftar ini itu. Kemudian saya pun berfikir untuk bekerja saja. Balik ke kampung halaman, bekerja. Ya, dengan gaji yang sangat kecil sebagai guru honorer. Ah, masa’ saya hidup seperti ini? pikir saya dengan pongahnya. Kemudian saya jadi ingin untuk fokus tahfidz alquran selama 2 tahun di bandung. Namun, saya belum bicara sama papa. Dan saya tidak yakin akan diberikan ijin untuk bisa menetap disini lebih lama dan fokus untuk menghafal alquran. Pilihan ini banyak sekali. Namun saya belum istikharah. Semoga setelah istikharah, Allah menunjukkah pilihan yang baik untuk saya versi Allah. 🙂

Tentang Tahfidz,-

Belakangan ghiroh saya untuk menghafal quran sedang on fire banget. Dan Alhamdulillahnya banyak fasilitas yang mendukung, dari lingkungan, teman-teman, gadget dan komunitas alquran yang banyak bertebaran di bandung. Sebenarnya saya sudah mantap untuk fokus nyantri setahun dua tahun sampai hafal alquran. Cuman saya belum komunikasi dengan papa. Lalu saya tanya ke kak uli, kakak tingkat saya di SMA yang sholehah dan hafalannya banyak banget. hehe.Kak uly pun memberi saya informasi mengenai rumah tahfidz yang ada di padang panjang. Wah, saya baru tahu kalo ada di padang panjang. Setahu saya yang ada itu pesantren untuk sma dan smp saja. Kalo umum, di padang saja belum ada. Ini info yang saya dapat dari teman dekat saya. Alhamdulillah ngobrol sama kak uly yang se-fikroh menjadi obrolan curhat yang saya rindukan. Iya, mengobrol tentang hafalan dan berbagai kebaikan-kebaikan serta pentingnya menjaga hafalan bagi seorang penghafal alquran. Jazakillah nasihatnya kak uly. Memang selalu ada saja jalan yang diberikan Allah 🙂

Tentang Kematina,-

Ini cerita teh tri. Tetangga kosan. Dateng ke kamar kosan saya dan anita, lalu memulai kisahnya. Teh tri malam sebelumnya bermimpi mengenai saya. Saya pun merinding mendengar kisah teh tri ini. si teteh berkisah kalo di bermimpi saya meninggal. Detik sebelumnya ia masih cerita banyak hal dengan saya. Dan salah satu obrolannya terkait kematian, kemudian dalam mimpinya saya nyeletuk. “Kalo ajal mah teh, semuanya yang hidup bakal ngerasain kematian”. Kemudian gambar mimpi si teh tri berubah ketika si teteh ingin berkunjung ke saya, namun orang lain bilang bahwa saya sudah tiada. Dan gambar selanjutnya diperlihatkan saya sudah tergeletak, tidak bernafas dengan darah yang bercucuran dari tubuh dan kepala saya, seperti mengalami kecelakaan parah.

Wallahualam. Allah, saya merinding mendengar cerita teh tri. Benar bahwa semua yang bernafas akan menutup mata. Meninggalkan dunia dan menjemput masa depan di antara pilihan surga dan neraka. Saya memang sudah lama, seringkali pikiran saya melayang mengenai kematian. Ya, efek sudah ditinggal orang tersayang dari saya masih bocah  5 tahun. Menjadikan kematian itu amat sangat dekat. Sangat pasti. Terkadang saya parno. Kalo pergi ke jakarta via jalan tol, terkadang saya berpikir gimana kalo saya meninggal, kecelakaan di jalan tol. Bisajadi travelnya tergelincir, terbalik dan terbakar. Ah, ini efek nonton final destination juga sih. Hanya saja sudah beberapa kali saya menyaksikan tabrakan beruntun di  jalan tol. Bahkan yang kebakaran mobilnya juga pernah saya rasakan panasnya ketika melewati TKP. Saya tidak tahu kapan dan bagaimana saya menjemput kematian. Hanya berdoa terus menerus untuk diwafatkan dalam husnul khotimah. aamin ya Rabb. Terimakasih mimpi yang menjadi pengingat untuk saya teh tri.

Ikrim – BDG – 6.3.2016 – While listening Raihan Demi Masa, Kabar Iman, Odey Anak

Advertisements

One thought on “Curhat: Haji, Study, Tahfidz dan Kematian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s