Delayed is Blessing

Tertundanya suatu hal yang telah kita perjuangkan, bagi saya adalah hal yang menyakitkan. Sedih dan frustasi akan hal yang telah saya persiapkan dengan baik, namun tidak kunjung dapat saya eksekusi. Ya, ini masih berbicara tentang jadwal sidang saya yang di undur 2 bulan dan ditambah kesalahan saya yang kemarin, pada bulan april ini juga tertunda untuk sidang karena kesalahan saya yang telat untuk daftar sidang. huft. Saya sedih, tentu. Tapi ga sampai nangis seperti ketika pembimbing 1 saya bilang bahwa saya tidak diijinkan untuk sidang bulan februari kemarin. Masih ingat jelas saat itu air mata saya langsung mengalir di depan pembimbing saya. Pulang kosan langsung nangis bombay ke anita, temen sekamar saya. Anita yang waktu itu menguatkan saya bahwa inilah yang terbaik insya Allah. Tidak perlu meratapi hal yang sudah terjadi. Allah tahu mana yang terbaik buat diri kita. Dan, kemudian april ini juga tertunda karena kesalahan saya sendiri. Yang saya kira bisa saya postponed ke hari senin untuk daftar, ternyata diterima dengan syarat saya harus mengajak 2 teman saya lagi untuk bisa ikut sidang. Lalu saya dengan mati2an ngajak kiki dan mira untuk bisa di acc pembimbing mereka agar bisa sidang bareng saya. Namun lagi lagi Allah berkehendak lain. Mira yang pembimbing 1 nya tidak bisa diganggu karena instri beliau sakit dan hendak dioperasi. Sedangkan kiki pembimbing 1 nya baru saja jatuh dan bedrest sehingga tidak bisa ke kampus. Hiks. Saat itu saya sedih banget. Saya udah kontak teman lain,namun mereka masih Bab awal dalam proses skripsi mereka, sehingga tidak memungkinkan untuk dipaksa. Ya, jangan terlalu memaksakan. Kalimat yang diucapkan pembimbing 1 kiki waktu itu. Saya sudah berusaha semampu saya untuk memperjuangkan sidang bulan april ini. Namun sekeras apapun usaha kita, jika memang belum saatnya ya ditunda dulu.

Alhamdulillah teman-teman saya menguatkan saya juga. Menyemangati untuk bisa sidang bulan Mei ini insya Allah. Memotivasi untuk bisa wisuda bareng. Bagaimanapun mereka teman seperjuangan yang sering banget pas ketemu kita curcol.hihi. Keliatannnya aja kita ketawa-ketawa, becanda, senyum, main-main. Padahal dibalik itu ada kerja keras yang tidak terlihat oleh orang luar. Ada yang bilang, ini kakak tingkat kok nyantei banget ya, sampe sekarang belum sidang juga. Padahal dibalik itu kita sering banget bolak balik ke dosen, bolak balik perpus, browsing sumber, begadang sampe ga tidur 2 hari, bantuin temen buat ngolah data di kosan saya, tanya temen ini itu, minta koreksi, bahkan abstrak saya yang amburadul jadi kece dan bagus karena dibantuin temen yang baiikkkk banget. Saya merasa blessing banget punya teman seperjuangan seperti mereka. Alhamdulillah.

Being delayed is a blessing, it happens so that you could be better prepared for what’s to come.

It’s a blessing when an expected deadline isn’t met. To settle down. To make your first million. To get in the university. To become a parent.

It’s a blessing that things didn’t happen sooner than you’d expect.

Delays are “downtimes” for you to utilise so that you could be better prepared.

Because ultimately God wants you to know that it is not by what you do, but by what He says – that love, mercy, and abundance enter into your life.

And failure is part of your training
Loneliness is part of your training
Rejection is part of your training
Disappointment is part of your training

You can’t learn to walk without tripping
Tripping is what teaches you how to walk.

You can’t learn how to love without disappointments. You can’t learn gratitude without loss. You can’t learn to appreciate abundance without lack. And you can’t learn companionship without lonely nights.

Delays can be painful. But they certainly are blessings through and through. Keep the faith while waiting.

– Ustaz Mizi Wahid

Quote credited to Jannahaidz Tumblr

Lagi lagi saya dapet nasihat dari hasil Tumblr-walking. Dari Istaz Mizi Wahid yang bilang kalo tertundanya sesuatu bisa jadi untuk mengajarkan kamu bahwa dengan tertunda kita bisa mempersiapkan segala hal lebih baik lagi. Ngalamin kegagalan, kesendirian, penolakan, kekecewaan bisa jadi adalah bagian dari latihan diri kita untuk bersabar. Untuk tidak berputus asa. Emang sih menyakitkan, tapi itulah anugrah bagi kita untuk tetap yakin sambil menunggu.

Wah, ini saya banget. Udah ngalamin penolakan, dikecewain, merasa gagal dan merasa sendirian aja harus berurusan dengan skripsi dan tetek bengek nya. Ternyata saya masih kurang sabar, masih berputus asa pas awal ditolak. Alhamdulillah sekarang ga lagi. No more cry. hoho. Harus jadi muslimah yang kuat dan tangguh. Kalo curhat ya ke Allah, Sang pemilik segala2nya. Kan dosen juga ciptaan Allah. 🙂

Dengan ditundanya sidang saya, saya bisa bantuin temen saya, nambah kerja part time, punya waktu untuk nambah hafalan, belajar toefl dan sertifikat B2, persiapan S2 dan lain-lain. Ya, kalo saya sudah balik ke kampung saya bakal ngelupain cita-cita saya kayaknya deh. hehe. Yuk ukhti, bangkit!! 🙂

 

Ikrimmah

27.04.2016 – BDG

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s