Rumah Tahfidz itu, Aku Rindu

TIba-tiba saya merindukan lingkaran ini yang setiap sabtu pagi saya sudah bersiap-siap untuk menghadirinya. Rindu dengan aktivitas menghafal qurannya, rindu dengan para anggotanya yang seringkali berganti orang, rindu dengan ustadzah tahfidz kami yang sudah seperti ibu sendiri, rindu dengan riuh suara para penghafalnya, rindu mengahafal quran bersama-sama, apalagi kalo sudah masuk surat al-Mulk, surat paling favorit bagi saya, rindu dengan teh tini, teh mayang, bunda hani, teh iis yang selalu hadir, dan para anggota lainnya yang kadang saya lupa namanya karena kehadiran saya yang sering absen menjelang sidang. huhu..

AH, benar saja kata orang. Kita akan merasakan kebaikan-kebaikan orang ketika orang tersebut sudah tidak bersama lagi. Jika boleh menyesal semenjak saya tidak tinggal di bandung, adalah tidak memanfaatkan waktu dengan baik membersamai lingkaran tahfidz ini, menambah hafalan baru bersama mereka para ahlul quran. Allah, maafkan hamba yang lalai ini. Jadi ingat Nasihat Bunda Hani saat saya susah banget nambah hafalan, lalu semangat saya untuk menjadi Quran Fighter, sampai curhat saya yang kepengen Jadi santri Tahfidz. Dan sekarang saya berada di titik terbawah saya soal keimanan, beda tempat menjadikan saya beradaptasi lagi dengan tempat yang baru. Yuk semangat lagi ikrim! Lillah.. Bismillah.

Pekanbaru, 03092016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s