Pernah galau

“Iim pernah galau juga?! Masa sih? Kok bisa?”

Rentetan pertanyaan sahabat saya barusan di telepon. Sedikit kaget juga dengan pertanyaan dia. Seakan saya seorang manusia yang kaku yang terlalu tegas sehingga No galau dalam hidup. Tapi alhamdulillah juga, berarti saya sukses tidak menampakkan galau saya di khalayak ramai. Bahkan sahabat sendiri mengira saya emang udah cool dari sononya. Padahal cuman nguat-nguatin diri biar ga jadi cewe memble, menye nan lemah. haha.

Galau itu adalah pikiran kacau tidak karuan. Ini pengertian galau yang saya dapat dari kamus. Kalau di pikir-pikir saya galau itu saat diminta menjadi pemateri untuk kelas besar, saat presentasi skripsi, saat pertama kali mengajar di kelas beneran, saat interview kerja, saat memilih netap di bandung atau leave for good dan mungkin suatu saat bakal galau ketika someone yang dipilihkan Allah akan datang. Hmmm.. Kapan yaa? Nah lo, ini termasuk galau ga?

Sedikit blur sih pengertian galau. Ketika saya yang biasa jadi tempat mendengar curahan hati sahabat-sahabat saya, kemudian posisi berbalik menjadi saya yang ingin cerita panjang lebar sedikit kekhawatiran saya soal masa depan, lalu saya di cap galau. Duh, kok jawabannya ga ngasih jawaban banget. huhu.. Disitu saya pengen curhat ke Allah aja. Yang jelas-jelas ga bakal ngeledek saya galau. Tapi bakal ngasih jawaban-jawaban lewat berbagai jalan. paling ampuh sih lewat Quran.

Ketika kita di uji, hayo buka Q.S AL-Ankabuut:2

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘kami telah beriman, sedangmereka tidak di uji lagi”

Ketika kita diuji dengan hal-hal yang menurut kita baik, padahal belum tentu lho. Ayo buka surat Al-Baqarah ayat 216:

“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Lalu bagaimana cara kita menghadapi ujian hidup ini? Lihat Q.S. Ali Imran: 200

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”.

Pada akhirnya, cara terbaik untuk mengatasi pikiran kacau tidak karuan karena efek khawatir ini adalah bersabar. Jangan terlalu banyak mengkhawatirkan hal di masa depan yang belum tentu terjadi. Selalu berprasangka baik terhadap takdir yang telah Allah berikan kepada kita. Apalagi wanita, yang sering khawatir soal jodoh. Duh, nikmat Allah itu luaaaasss banget. Kemudian kita jadi kufur nikmat cuman gara-gara jodoh. Sibuk galau eh taunya umur udah kadaluarsa. Udah di panggil malaikat maut. Ga enak kan, pas ditanya malaikat munkar nankir, “ngapain aja lo selama hidup di dunia?” masa jawabannya, ‘sibuk mikirin jodoh’. Hiks..sedih banget kan, kadar iman dan taqwa kita cuman seuprit dong.

Saya sering banget nasihatin temen-temen saya yang galau. “Fokus ke diri sendiri dulu aja deh. lakukan amalan baik untuk diri sendiri sebagai amal di akhirat nanti. Saat kita sibuk dengan amalan-amalan kita, nanti akan ada keajaiban-keajaiban indah dari Allah. Percaya deh. Karena Allah tahu yang terbaik untuk hambanya. ya gak?

Ikrim Maizana

Pekanbaru 7.7.2017

Advertisements