Hafidzah-soon-to-be Story #1

Teringat nasihat guru tahfidz ketika di bandung dulu. Waktu mau pamit hijrah dari bandung ke padang karna udah beres studi di bandung
“Ikrim, jangan lupa untuk terus memurojaah hafalannya dan semoga bisa menjadi hafidzah seperti yang ikrim inginkan. Terus berdakwah dimana pun ikrim berada ya. Semoga Allah memberikan keistiqomahan untuk ikrim”
Waktu itu saya pengen nangis dan pengen peluk guru tahfidz ini. Kata kata yang paling menyentuh dan tulus dari guru yang saya teladani. Terimakasih bunda. Semoga saya bisa segera menjadi pebghafal quran dan menjaganya dan mengamalkannya :“

3 Jenis Musibah

1. Ujian

Musibah yg diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman untuk menguji seberapa besar keimanan dan ketaqwaan mereka. Hasil akhir dari ujian adalah untuk meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan di mata Allah SWT.

Contoh : ujian yang di berikan kepada Nabi Ayyub a.s.

(Q.S. Al Anbiya ayat 35, Al Baqarah ayat 155, dll.)
2. Teguran / Peringatan

Musibah yang diperuntukkan bagi orang-orang beriman namun lalai dan lupa pada perintah Allah SWT sehingga Allah memberikan mereka musibah agar menjadi peringatan utk kembali ke jalan Allah SWT.

Hasil akhir dari teguran adalah untuk mengembalikan hamba yg berdosa ke jalan yang benar/lurus dan sekaligus sebagai penghapus dosa.

Contoh : 

Musibah paceklik (musim kering) yang menimpa masyarakat Mesir di zaman Nabi Yusuf a.s.

(Q.S. Asy Syura ayat 30)
3. Azab

Musibah yang diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, terjadi baik di dunia maupun di akhirat.

Hasil akhir dari azab adalah untuk menghukum orang-orang yang tidak mau beriman kepada Allah SWT atau yang bermaksiat kepada Allah SWT.

Contoh : Azab untuk kaum Nabi Luth yang kafir, azab untuk kaum nabi Nuh yang kafir.

(Q.S. Hud ayat 16, As Sajadah ayat 21, dll).

Curhat: Haji, Study, Tahfidz dan Kematian

This is random thought(s).

Saya suka curhat. Tapi curhatnya melalui tulisan. Sebagian orang yang kenal saya tidak pernah tahu apakah saya sedang  ada masalah atau tidak. Saya sangat jarang menceritakan kehidupan pribadi saya ke orang lain. Tapi sebaliknya teman-teman saya suka banget cerita kisah hidup mereka ke saya. Katanya sih “enak im, cerita sama kamu. soalnya kamu bisa pegang rahasia” atau “kamu orangnya pengertian im, suka ngedengerin dan ngasih solusi juga”. hey hey, itu yang terlihat aja sih. Terkadang saya gatel juga pengen ceritain ke orang lain atau kadang saya juga males ngedengerin, makanya saya diem aja. Padahal pikiran saya lagi ngurusin masalah saya yang bejubel juga. huks. Continue reading “Curhat: Haji, Study, Tahfidz dan Kematian”

Gagal Sidang

Sebenarnya ini cerita dari bulan lalu. Saat saya sedang semangatnya untuk bisa sidang bulan februari 2016 ini. Pas si gomes ngasih tau via wa, “im, pendaftaran sidang udah buka tuh.” Saya langsung ambil langkah seribu untuk ke kampus. Pagi-pagi saya sudah standby di kampus. Baca persyaratan yang harus dipersiapkan untuk mendaftar, termasuk biaya pendaftaran yang lumayan bikin kantong saya mendadak kosong. Persiapan pun sudah siap semua. Kebetulan penelitian saya sudah selesai minggu sebelumnya. Olah data yang memakan waktu lama, saya pangkas dalam waktu semalam dan tidak tidur sama sekali selama seharian. Buka-buka buku statistik dan pengolahan data, nebeng ke kosan temen yang ngerti dan mau bantuin saya untuk ngolah data dan mau maunya ikutan ga tidur buat nemenin saya yang suka lalai dan main-main ini. Akhirnya Bab 1 sampai bab 5 saya selesai. Itu dengan otak yang masing panas, karena dipake mikir semaleman. Ibaratnya udah ngepul sama asap. Sampai kampus, sambil nunggu pa dosen pembimbing 1, saya ngerjain bagian skripsi yang terlupakan untuk diselesaikan, seperti riwayat hidup, daftar isi, kata pengantar, ucapan terimakasih dan abstrak yang belum saya terjemahin. Omat, saya bener-bener dikejar waktu. Dan emang the power of kepepet itu selalu berhasil dalam menyelesaikan deadline kerjaan yang kalo dibayangin ga bakal selesai dalam waktu semalem. Akhirnya saya ngeprint ke fotocopyan. Yang berarti duit keluar lagi. Mana tebel, ditambah ada kertas warna-warna jadinya jajan saya hari tersebut hanya nasi, kerupuk sama sambel. wkwk.  Continue reading “Gagal Sidang”

Ulil, LGBT, dan Al-Quran

Catatanku

Isu LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgeder) makin marak di media massa pekan-pekan belakangan ini. Isu ini sudah pernah heboh tahun lalu ketika Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis. Awal tahun 2016 isu LGBT mencuat kembali setelah ramai  pemberitaan kasus kematian perempuan bernama Mirna di sebuah cafe kopi di Jakarta yang diduga dibunuh karena  kecemburuan pasangan lesbian. Diskusi LGBT di media dan jagad maya bertambah heboh dan ramai setelah dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdallah, mencuitkan tweet yang memicu kecaman dari netizen dan tokoh agama. Ulil adalah pembela terdepan LGBT, namun pembelaanya terkesan begitu ngotot sampai-sampai merendahkan agama dan meragukan isi Al-Quran. Lihatlah screenshot twit berikut ini:

ulil_twit1

Dengan twit tersebut, artinya Ulil meragukan kisah kaum Nabi Luth di dalam Al-Quran.  Kisah kaum Nabi Luth yang melakukan praktek homoseksual (lelaki dengan lelaki dan perempuan dengan perempuan) tercatat dengan nyata di dalam kitab suci agama-agama…

View original post 676 more words

Commands in Islam for Young People

 

Stop talking trash about other people:

“O you who have attained to faith! Avoid most guesswork [about one another] – for, behold, some of [such] guesswork is [in itself] a sin; and do not spy upon one another, and neither allow yourselves to speak ill of one another behind your backs. Would any of you like to eat the flesh of his dead brother? Nay, you would loathe it! And be conscious of God. Verily, God is an acceptor of repentance, a dispenser of grace!” – The Holy Qur’an [49:12]

Stop saying you’ll do something, but not do it:

“Most loathsome is it in the sight of God that you say what you do not do!” – The Holy Qur’an [61:3] Continue reading “Commands in Islam for Young People”

Things about prayer that I should have learnt a long time ago:

Things about prayer that I should have learnt a long time ago:

  1. God doesn’t need your prayers. The prayers are for you. Why? Because praying five times a day isn’t merely a pointless ritual; it establishes a routine, a sort of rhythm to your life. It is the one part of your to-do list that you get to check off, even if the rest of your work is unfinished.

 

  1. Don’t expect some sort of enlightening experience when you pray after a long time. I think that’s what I found most disheartening about prayer, that I didn’t feel a ray of light enter my heart, that I didn’t feel cleansed when I prayed after a long time. Prayer does feel nice, but the “cleansing” the “enlightening” comes after a while and it comes from within. It comes with the stuff you do along with prayer. Continue reading “Things about prayer that I should have learnt a long time ago:”

Ini Tentang Lelaki Gagah itu..

Tentang lelaki gagah yang namanya tertulis di al-qur’an dan kisahnya dikisahkan dalam satu surat. Istimewa. Karena berbeda dengan nama-nama surat lainnya yang berisi bermacam-macam kisah, fiqh, hukum, adab, dll. Tapi akan saya ceritakan sedikit tentang lelaki gagah lainnya. Kisah ini juga saya dapat dari teman saya. Teman saya ini namanya apud, dan berdasarkan kisah si apud yang emang selalu asik untuk di dengar. Entah karena ceritanya ditambah-tambahkan atau karena kelebayan dalam ceritanya yang membuat cerita tersebut semakin enak di dengar. Tapi ambil aja hikmahnya. hehe. Continue reading “Ini Tentang Lelaki Gagah itu..”

Duh, LGBT

Menjadi seseorang yang diberi Allah kelebihan dalam visual tentunya memiliki keasikan dan keburukan tersendiri. Apalagi kalau wajah good looking tersebut emang udah keliatan dari lahir, bukan hasil operasi plastik atau efek make up yang heboh bener. Saya punya cerita yang diceritain juga dari temen. Pas kemarin jadi kakak pendamping untuk adik-adik pesantren Kilat liburan akhir tahun Daarut Tauhiid buat anak SD kelas 456, beresnya kita sesama kakak pendamping tuh saling ngobrol. Kebetulan ada pembicaraan yang termasuk berita buruk tentang seorang teman yang adalah sepupu dari teman yang ternyata adalah penyuka sesama jenis. Continue reading “Duh, LGBT”

Pak WS

dan saya pun belajar banyak hal dari mu pak warsito :’) Orang keren emang ujiannya keren juga

se.pe.da.kwi.tang

Saya sebenernya sama sekali tak pernah mendengar namanya, pun ketika seorang teman bercerita tentangnya.

“Gue sekarang kerja sama dia cha, tau kan? Dosen UI kok, pasti pernah denger namanya deh” saya hanya nyengir “gue gak gaul lah, gak pernah denger namanya juga”

Suatu hari setelah kejadian itu, entah kenapa saya iseng menuliskan namanya di mesin pencari. Dan, luarbiasa.. artikel tentangnya banyak, banyak banget malah. Kemana saja saya sampai kok ya gak pernah denger/baca tentangnya. Hampir semua link yang muncul berisi tentang keilmuan yg ditekuninya. Oh Scientis ya orang ini, begitu pikir saya.

Dan waktu pun membawa saya mampir ke tempat kerja si Bapak. Tempatnya berupa ruko 2 lantai, sempit dan kurang oke untuk dikatakan sebagai kantor/lab. Bahkan sholatpun di antara kursi-kursi ruangan meeting. Space kosong yg tersisa antar meja ke meja atau meja ke dinding hanya bisa dilalui oleh 1 orang saja. Belum lagi lemari-lemari gantung berisi banyak kabel dan…

View original post 1,166 more words