Hafidzah-soon-to-be Story #1

Teringat nasihat guru tahfidz ketika di bandung dulu. Waktu mau pamit hijrah dari bandung ke padang karna udah beres studi di bandung
“Ikrim, jangan lupa untuk terus memurojaah hafalannya dan semoga bisa menjadi hafidzah seperti yang ikrim inginkan. Terus berdakwah dimana pun ikrim berada ya. Semoga Allah memberikan keistiqomahan untuk ikrim”
Waktu itu saya pengen nangis dan pengen peluk guru tahfidz ini. Kata kata yang paling menyentuh dan tulus dari guru yang saya teladani. Terimakasih bunda. Semoga saya bisa segera menjadi pebghafal quran dan menjaganya dan mengamalkannya :“

Quran Fighter

Dahulu kami meninggalkan Al-Qur’an,” ujar seorang bapak dari keluarga Syamallekh di Masjid Syaikh ‘Ajleyn sebakda Subuh ketika kami ber-halaqah Qur’an.”Maka Allah pun mencampakkan kami dalam kehinaan di kaki penjajah zionis. Kami terjajah, tertindas, dan hancur; lalu mencoba mencari pegangan dalam gelap, harta, kedudukan, senjata. Tapi itu semua hanya membuat kami kian terpuruk. Kini kami kembali pada Kitabullah; alhamdulillah, kami bisa berdiri tegak, berwajah cerah, dan bersemangat dalam perlawanan seperti kalian saksikan”

(Salim A Fillah pada Lapis-Lapis Keberkahan hlm. 341)

Continue reading “Quran Fighter”